Model Direct Training untuk Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa PGSD Cibiru Pembelajaran IPA SD dalam Bahasa Inggris

Margaretha Sri Yuliariatiningsih

Abstract


Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan mahasiswa PGSD UPI Kampus Cibiru  membelajarkan IPA dalam bahasa Inggris. Gagasan muncul, karena di   era globalisasi menuntut sumber daya manusia yang berpikir    global melalui komunikasi dengan bahasa yang bersifat global pula. Salah satu kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki oleh masyarakat di Malaysia, Singapura, dan    Hongkong adalah sejak    SD para siswa belajar Matematika dan IPA dalam bahasa Inggris.    Masyarakat Indonesia pun menuntut pendidikan yang bersifat global, hal ini tampak pada sekolah yang banyak diminati oleh masyarakat adalah yang menggunakan dwi bahasa dalam pembelajaran. Konsekuensi logisnya adalah pasar kerja menuntut guru untuk terampil dalam berbahasa Inggris di samping menguasai materi pelajaran di SD.  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa PGSD membelajarkan IPA dalam bahasa Inggris, penguasaan pengorganisasian kelas menggunakan classroom language yang tepat, merancang RPP, dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam membelajarkan IPA menggunakan bahasa Inggris.    Model Direct Training dikembangkan dengan filosofinya “If the child hasn’t learned, the teacher hasn’t taught”.

Metode yang digunakan menekankan pada kajian situasi alamiah di lapangan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam proses kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian adalah mahasiswa PGSD semester 6 konsentrasi IPA tahun akademik 2007/2008 pada mata kuliah Konsep Dasar Fisika di SD.  

Hasil penelitian menunjukkan keterampilan mahasiswa dalam merancang RPP dan penguasaan konsep IPA dalam bahasa Indonesia sangat  baik. Kesulitan yang dialami mahasiswa adalah pada bagian KBM karena skenario dituliskan dalam bahasa Inggris. Kesalahan yang banyak dilakukan pada aspek kosakata, pemilihan kata, tata bahasa, dan pelafalan saat simulasi. Kesimpulan    penelitian    adalah kemampuan mahasiswa PGSD masih rendah untuk dapat membelajarkan IPA dalam bahasa Inggris, kendala yang dihadapi adalah kurangnya rasa percaya diri . Saran yang dapat diberikan pada lembaga atau dosen    adalah membiasakan mahasiswa berbicara dan mendengar bahasa Inggris serta banyak menggunakan kosakata IPA dalam bahasa Inggris saat perkuliahan IPA.


References


Cameron, Lynne. (2001). Teaching Languages to Young Learners. Cambridge: Cambridge University Press.

Dedezade, K. (2005). Teaching Bilingual Science (Presented at The Multiverse London Regional Workshop II). London: Not Published

Esler & Esler. (1996). Teaching Elementary Science. USA: Wadsworth Publishing Company

Fogarty, Robin. (1991). How to Integrate the Curricula. USA: IRI/Skylight Publishing, Inc

Gega, Peter C. (1982). Science In Elementary Education. New York : John Wiley and Sons Halliwell, S. (1992). Teaching English In the

Primary Classroom. USA: Longman Hammond, Linda. D. (2006). Powerful Teacher Education. San Fransisco: John Wiley & Sons, Inc

Joyce, B. & Weil, M. (1996). Models of Teaching. USA: Allyn and Bacon Renner, J. W & Stafford, Don. G. (1979).

Teaching Science in in The Elementary School. New York : Harper & Row

Publishers

Tim Dosen Mata Kuliah Pendidikan IPA SD. (2000). Hand Out Perkuliahan

Pendidikan IPA SD. Tidak diterbitkan




DOI: https://doi.org/10.17509/eh.v1i1.2718

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 EDUHUMANIORA

 

EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar

Published in collaboration Program Studi PGSD UPI Kampus Cibiru

and

HDPGSDI

Creative Commons Attribution ShareAlike license icon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats