“IMAGINE YOURSELF” BEING A DIGNIFIED NATION: A PRELIMINARY ASSESSMENT

Ignatius Krisnadi

Abstract


This paper is constructed in the purpose to identify the Javanese local wisdom in order to develop a dignified Indonesian nation. Discussion on this paper will cover several issues as follows: identification of the Javanese local wisdom of the previous era, the broken down of society order due to Western culture penetration, and cultural strategy for the purpose of developing a dignified Indonesia.Success in identifying the Javanese local wisdom and causal factors of the Javanese society disorder, as well as the way out of kalabendu era, can be used as references to form cultural strategies in order to develop the dignified Indonesia. The cultural strategies mentioned are as follows: national repentance (National Reconciliation), law enforcement, the clean, honest, impartial and prestigious government’s implementation, cultural movement of corruption eradication, inistilling the sense to value the domestic products and proud to be Indonesian, instilling the culture of being ashamed of doing something improper, science and technology development based on well-mannered, law, and humanity norms, and build social ethos based on religion. 

Keywords


dignified Indonesia, local wisdom, Western culture penetration cultural strategies, kalabendu, national repentance, national reconciliation, corruption, well-mannered norm, law supreme, culture of being ashamed, social ethos.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, T. (2001). Nasionalisme & Sejarah. Bandung: Satya Historika

Addas, M. (1988). Ratu Adil, Tokoh dan Gerakan Milenarian Menentang Kolonialisme Eropa. Jakarta, Rajawali.

Anderson Benedict R.O.G; 1972. Gagasan Tentang Kekuasaan dalam Kebudayaan Jawa. Unknown city and publisher.

Anderson, B. (2006). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism, New Edition. New York: Verso.

Fachry Ali, 1986. Refleksi Paham “Kekuasaan Jawa” dalam Indonesia Modern. Jakarta: Gramedia.

Husain, S.A. (1978). Gandhi Sebuah Otobiografi: Kisah Eksperimen-Eksperimenku dalam Mencari Kebenaran. Jakarta: Sinar Harapan.

Jawa Pos, Radar Jember, Minggu 21 November. Profesor I.C. Sudjarwadi, Seimbang Unsur Yin dan Yang.

Jawa Pos, Minggu 24 April 2011, Sudiono, Teologi Malu.

Kompas, Kamis 21 April 2011, Bukti Baru Antasari: Antasari Sedang Tangani Laporan Dugaan Kasus-kasus Besar.

Kompas, Minggu 24 April 2011. Perangi Lewat Keluarga.

Kohn, H. (1984). Nasionalisme, Arti dan Sejarahnya. Jakarta: Erlangga.

Krisnadi, IG., “Wahyu Kraton Miturut Kabudayan Jawa,” dalam Jaya Baya No. 32, 12 April 1998.

-------, Mbok Randha Kenapa ing Wengi Iki Sliramu Nlilir, dalam majalah Dharma Wanita XV, 1993, Universitas Jember.

-------, Tahanan Politik Pulau Buru (1969-1979) (Jakarta: LP3ES, 2001).

---------, Pujangga Kraton: Mbangun Sastra, Marsudi Basa (Makalah Proceeding), Kongres Bahasa Jawa IV di Semarang, Jawa Tengah. 10-14 September 2006.

-------, 2007. Historiografi Indonesia Tradisional (Buku Ajar). Fakultas Sastra, Jurusan Sejarah, Universitas Jember, 2007.

Luthfi, M. (2003). Agama dan Etika Sosial (makalah), dipresentasikan dalam Semiloka Etika Kehidupan Berbangsa oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Hotel Mega Anggrek Jl. Arjuna Selatan No.4, Palmerah, Jakarta Barat.

Moedjanto, G. (1987). Konsep Kekuasaan Jawa, Penerapannya oleh Raja-Raja Mataram. Yogyakarta: Kanisius.

Moertono, S. (1985). Negara dan Usaha Bina-Negara Di Jawa Masa Lampau; Studi Tentang Masa Mataram II, Abad XVI Sampai XIX. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.

Peursen Van, C.A. (1978). Orientasi di Alam Filsafat. Diterjemahkan Dick Hartoko. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Poesponegoro, M.J dan Notosusanto. (1984). Sejarah Nasional Indonesia V . Jakarta: PN Balai Pustaka.

Poespowardojo,S. (2003). Etika Keilmuan (makalah), dipresentasikan dalam Semiloka Etika Kehidupan Berbangsa yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Hotel Mega Anggrek Jl. Arjuna Selatan No.4, Palmerah, Jakarta Barat pada 16-18 Desember 2003.

Renan, E. (1994). Apakah Bangsa Itu? (Qu’est ce qu’une nation?). Terjemahan Prof. Mr. Sunario. Bandung: Penerbit Alumni.

Rukmana, H. (1987). Butir-Butir Budaya Jawa: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip Berbudi Bawaleksana Ngudi Sejatining Becik . Unknown city and publisher.

Sartono Kartodirdjo, 1971. “Lembaran Sedjarah Indonesia No. 7; Messianisme dan Millenarisme dalam Sejarah Indonesia.” Jogjakarta, Seksi Penelitian Djurusan Sedjarah Fakultas Sastra dan Kebudajaan UGM.

-------.(1986). Ungkapan-Ungkapan Filsafat Sejarah Barat dan Timur. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Simbolon, P.T. (1995). Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Soedjatmoko. (1988). Etika Pembebasan: Pilihan Karangan tentang: Agama, Kebudayaan, Sejarah dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: LP3ES, Cetakan III.

Sukarno. (1964). Dibawah Bendera Revolusi Jilid I, Cetakan Ketiga (Tanpa kota terbit, Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi.

Suradi, HP; (1988). Pengungkapan Isi dan Latar Belakang Serat Wulang Reh. Jakarta: Depdikbud. Dirjen Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional..

Toer, P.A. (1995). Nyanyi Sunyi Seorang Bisu: Catatan-catatan dari Pulau Buru. Kuala Lumpur: Wira Karya.

Tilaar, H.A.R., Etika Keilmuan: Pengembangannya dalam Dunia Akademik di Indonesia (makalah), dipresentasikan dalam Semiloka Etika Kehidupan Berbangsa, oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Hotel Mega Anggrek Jl. Arjuna Selatan No.4, Palmerah, Jakarta Barat pada 16-18 Desember 2003.

Wawancara dengan I.C. Sudjarwadi, 25 April 2011.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v12i1.12124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

   

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats