K.H. AHMAD DAHLAN’S (1869 – 1923) THOUGHT AND HIS STRUGGLE FOR THE ABOLITION OF FEUDALISM THROUGH REFORMATION OF ISLAMIC EDUCATION

- Suswandari, - Suwarno

Abstract


This article examines the founder of the Muhammadiyah, K. H. Ahmad Dahlan (1869–1923) and the reformation of Islamic education he had proclaimed as an attempt to abolish all feudalism force in society towards a realistic and democratic modern society. The clerical reformist, K. H. Ahmad Dahlan played an essential role and was the key for the improvement and the reawakening of Muslim society so as to abandon the rooted feudal cultural practice. This article first discuss the childhood of K. H. Ahmad Dahlan and his education. The article then discusses the socio-cultural context of feudalist Muslim society within his neighborhood. Then, the article also discusses the Islamic education reformation proclaimed by K. H. Ahmad Dahlan referring to his notion on Islamic education reformation, his view on the relation between religion and mind, as well as his political view.

Keywords


feudalism, Ahmad Dahlan, Muhammadiyah, and reformation of Islamic education

Full Text:

PDF

References


Abdoelgani, R. (1990). “Peranan Muhammadiyah dalam Perjuangan Bangsa”, dalam Tim Pembina Al – Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammadiyah Sejarah, Pemikiran, dan Amal Usaha. Malang : Pusat Dokumentasi dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Malang (PDPUMM)

Anshari, E. S. (1986). Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Jakarta : CV Rajawali.

Arifin, M. T. (1990). Muhammadiyah Potret yang Berubah. Surakarta : Gelanggang Pemikiran Filsafat, Sosial, Budaya dan Kependidikan.

Asrofie, M.Y. 2005. Kyai Haji Ahmad Dahlan Pemikiran dan Kepemimpinannya. Yogyakarta: MPK-SDI PP Muhammadiyah.

Atmosudirdjo, P. (1970). Sejarah Ekonomi Indonesia Dari Segi Sosiologi Sampai akhir Abad XIX. Jakarta: Pradnya Paramita.

Boland, B. J. (1985). “The Struggle of Islam in Modern Indonesia”, terjemahan Saafroedin Bahar. Pergumulan Islam di Indonesia. Jakarta : Grafiti Pers.

Bruinessen, M.V. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia. Bandung : Mizan.

Fajar, A. M. (1994). “Mencari Dasar Filosofi Pendidikan Islam: Sebuah Tinjauan Terhadap Pendidikan Kemuhammadiyahan dan Al – Islam”, dalam Imron Nasri dan A. Hasan Kunio, (peny.). Di Seputar Percakapan Pendidikan dalam Muhammadiyah. Yogyakarta : Pustaka SM.

Gibb, H. A. R. (1990). “Modern Trends in Islam”, terjemahan Machnun Husein. Aliran – aliran Modern dalam Islam. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Herry, S. (2005). Tajdid Muhammadiyah : Dari Ahmad Dahlan Hingga A. Syafii Maarif. Jakarta: Grasindho Khasanah Ilmu.

Hamid, E.S.M. (eds.). (2000). Rekonstruksi Gerakan Muhammadiyah pada Era Multiperadaban. Yogyakarta: UII Press.

Jainuri, A. (1990). “Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pembaharuan Islam”, dalam M. Din Syamsuddin, (ed.). Muhammadiyah Kini dan Esok. Jakarta : Pustaka Panjimas.

Koentowidjojo, “Dalam Masyarakat Industrial Ulama Bukan Lagi Kategori Sosial, Republika. 21 Oktober 1994, hal. 6.

Ma’arif, A.Sy. (1987). Islam dan Masalah Kenegaraan Studi tentang Percaturan dalam Konstituante. Jakarta : LP3ES.

Moedjanto, G. (1992). Indonesia Abad ke – 20. Jilid I. Yogyakarta : Kanisius.

Mughni, A. S. 1959. Hassan Bandung Pemikir Islam Radikal. Surabaya : Bina Ilmu.

Mulkhan, A.M. (1990). Pemikiran K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah dalam Perspektif Perubahan Sosial. Jakarta : Bumi Aksara.

Nagazumi, A. (1989). Bangkitnya Nasionalisme Indonesia, Budi Utomo 1908 – 1918. Jakarta : PT Pustaka Utama Grafiti.

Nakamura, M.. (1990). “Dua Kontribusi Muhammadiyah”, dalam Tim Pembina Al – Islam dan Kemuhammadiyahan UMM. Muhammadiyah Sejarah, Pemikiran dan Amal Usaha. Malang : PDPUMM.

Nakamura, M.. (1983). Agama dan Lingkungan Kultural Indonesia Pengaruh Gerakan Muhammadiyah dalam Pemurnian Agama Islam, diindonesiakan oleh Muhadjir M. Darwin. Surakarta : Hapsara.

Nashir, H. (ed.). (1990). Akhlak Pemimpin Muhammadiyah. Yogyakarta : Pimpinan Pusat Badan Pendidikan Kader (PPBPK) Muhammadiyah.

Noer, D. (1990). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900 – 1942. Jakarta : LP3ES.

Notosusanto, N. (1988). “Sudirman : Panglima yang Menepati Janjinya”, dalam Taufik Abdullah. dkk. (ed.). Manusia dalam Kemelut Sejarah. Jakarta : LP3ES.

Peacock, J.L. (1983). Pembaharu dan Pembaharuan Agama. Yogyakarta : Hanindita.

Sedyawati, E. (2007). KeIndonesiaan Dalam Budaya. Jakarta: Wedatama Widya Sastra

Shabir, M. (1990). “Pembaharuan Pendidikan Islam Perbandingan antara Abduh dan Muhammadiyah”, dalam M. Din Syamsuddin. (ed.). Muhammadiyah Kini dan Esok. Jakarta : Pustaka Panjimas.

Soebagijo I. N. (1982). K. H. Mas Mansur Pembaharu Islam di Indonesia. Jakarta : Gunung Agung.

Soeratno, S.C. (2009). Muhammadiyah Sebagai Gerakan Seni dan Budaya Suatu Warisan Intelektual Yang Terlupakan. Yogyakarta: kerjasama LPM Universitas Ahmad Dahlan dengan Lembaga Seni Budaya PWM DIY dan Pustaka Pelajar.

Syaifullah, “Metodologi Tafsir K. H. Ahmad Dahlan”, dalam Suara Muhammadiyah. No. 12/79/1994, 16 – 30 Juni 1994, hal. 30 – 31.

Syuja’, Kyai. (2009). Islam Berkemajuan Kisah K.H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Masa Awal. Yakarta: Al Wasat (kata pengantar oleh Abdul Mu’ti).

Tamimy, M. D. (1990). “Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah”, dalam Tim Pembina Al – Islam dan Kemuhammadiyahan UMM. Muhammadiyah Sejarah, Pemikiran dan Amal Usaha. Malang : PDPUMM.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v11i1.12132

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

   

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats