Analisis Temuan Benda-Benda Peninggalan Sejarah di Sungai Musi sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah

Liamilatul Rohmah, Kabib Sholeh, Wandiyo Wandiyo

Abstract


Pada zaman kerajaan Sriwijaya Sungai Musi dijadikan sebagai jalur perdagangan yang menjadikan kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis temuan benda-benda peninggalan sejarah di Sungai Musi yang nantinya akan digunakan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif, yang dimulai dari kegiatan observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi pustaka. Di Sungai Musi banyak ditemukan benda-benda peninggalan sejarah dari berbagai masa seperti masa Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan, dan Kolonial. Adapun benda benda peninggalan masa Sriwijaya seperti Pedang Naga Sriwijaya, Surat Timah, Uang Barang, Keramik, Manik-manik, Guci, Kendi Tarakota, benda-benda masa Kesultanan seperti Mata Uang Koin, Golok, Keramik berbentuk Guci, serta pada masa Koloinial seperti Uang Koin, Wadah Tinta, Botol Jamu, Botol Akohol. Setiap benda-benda yang ditemukan memiliki nilai-nilai yaitu nilai politik dan kekuasaan, perjuangan dan kekuatan, ekonomi dan teknologi, serta nilai estetika.

 


Keywords


Benda peninggalan sejarah; sumber pembelajaran; sungai musi.

Full Text:

PDF

References


Ainina, I. A. (2014). Pemanfaatan media audio visual sebagai sumber pembelajaran sejarah. Indonesian Journal of History education, 3(1), 40-45.

Anggito, A., & Setiawan. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak.

Anonim. (2016, Juli 15). edel.staff.unja. Retrieved from edel.staff.unja.ac.id: http://edel.staff.unja.ac.id/blog/artikel/Pengertian-Media-Pembelajaran.html

Burhanuddin, S. (2003). Sejarah maritime indonesia: menelusuri jiwa bahari bangsa indonesia dalam proses integrasi bangsa (sejak jaman prasejarah hingga abad xvii). KPP-Balitbang.

Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.

Farida. (2020). Sungai musi sebagai pertahanan bagi kesultanan palembang. Jurnal Tuah Vol 1, 54-66.

Farida, I., Rochmiatun, E., & Kalsum, N. U. (2019). Peran sungai musi dalam perkembangan peradaban islam di palembang: dari masa kesultanan sampai hindia belanda. IUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 3(1), 50-57.

Gunawan. (2013). Metode penelitian kualitatif. UM Press.

Hamalik, O. (2010). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara.

Handayani, I. R. (2013). Penggunaan media kartu bergambar untuk meningkatkan hasil belajar peninggalan sejarah pada kelas vi di minu curungrejo kepanjen. Doktoral dissertation, Universitas Islam Malik Maulana Malik Ibrahim.

Hasan, S. H. (2019). Pendidikan Sejarah Untuk Kehidupan Abad Ke 21. Historia: Jurnal Pendidikan dan Peneliti Sejarah, 2(2), 61-72.

Husnul, H. (2014). Konteks Ekologi Kota Tepian Sungai dalam Perspektif Lokalitas Bahan Bangunan. Architecture Event 2014-Membangun Karakter Kota Berbasis Lokalitas, 3-77.

Khoiri. (2017). Tahap-Tahap Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Balai Pustaka.

Khoirotun. (2014). Perencanaan Buku Pop-Up Museum Sangiran Sebagai Media Pembelajaran Peninggalan Sejarah. Surabaya: Doctoral dissertation, STIKOM Surabaya.

Khoirotun, A., Fianto, A. Y., & Riqqoh, A. K. (2014). Perencanaan buku pop-up museum Sangiran sebagai media pembelajaran tentang peninggalan sejarah. Jurnal Art Nouveau, 2(1), 134-141.

Kochhar, S. K. (2008). Pembelajaran sejarah. PT. Grasindo.

Majid, A. (2008). Perencanaan pembelajaran, mengembangkan standar kompetensi guru. PT. Rosda Karya.

Mahmud, K. I. (2008). Sejarah palembang. Palembang: Anggrek.

Mas'oed, K. A. (1941). Sedjarah palembang moelai sedari seri-widjaya sampai kedatangan balatentara dai nippon. Meroeyana.

Novitasari, & Hanif, M. (2017). Tari kecetan dalam tradisi keduk beji desa tawun kecamatan kasreman kabupaten ngawi (makna simbolis dan sumber pembelajaran sejarah lokal). Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya Vol. 7 (1).

Pradhani, S. I. (2017). Sejarah hukum maritim kerajaan sriwijaya dan majapahit dalam hukum indonesia kini. Lembaran Sejarah, 13(2), 186-203.

Prakoso, A. A. (2018). Arahan pengembangan kawasan wisata sungai musi kota Palembang. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan (JUARA), 1(1), 1-13.

Rishky. (2013, Juli 17). Peninggalan sejarah. Retrieved from SlideShare: https://www/slideshare.net/mobile/rishky/peninggalan-sejarah

Ryan, P. A., Akbar, M., & Andryani, R. (2016). Sistem informasi e-museum sebagai media penyajian informasi benda-benda sejarah dan budaya di sumatera selatan. Tersedia online. http://eprints.binadarma.ac.id/2984/1/SHM201603-12141185.pdf

Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Prenada Media Grub.

Santun, D. I. (2010). Venesia dari timur: memaknai produksi dan reproduksi simbolik kota palembang dari kolonial sampai pascakolonial. Ombak.

Saputra, A., & Hasan, Y. (2014). Kerjasama kerajaan sriwijaya dengan dinasti tang pada tahun 683-740 m. Jurnal Pendidikan Sejarah, 3(2), 62-67.

Sholeh, K. (2017). Prasasti talang tuo peninggalan kerajaan sriwijaya sebagai materi ajar sejarah indonesia di sekolah menengah atas. Historia, 5(2), 177-178.

Sholeh, K., & Nindiati, D. S. (2018). Eksisitensi jembatan ampera terhadap perkembangan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat ulu palembang tahun 1950-2010. Jurnal Historia, 6(2), 273-294.

Sholeh, K., Sari, W. N., & Berliani, L. (2019). Jalur pelayaran perdagangan kuno di selat bangka sebagai letak strategis berkembangnya kekuasaan maritim sriwijaya abad vii-viii masehi. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah, 1(1), 25-34.

Sholeh, K. (2018). Masuknya agama islam di palembang pada masa kerajaan sriwijaya abad vii masehi. In prosiding seminar nasional program pascasarjana universitas pgri Palembang, 5(5), 207-214.

Slameto. (1991). Proses belajar mengajar dalam sistem kredit semester. Bumi Aksara.

Subadyo, T. (2012). Optimasi potensi artefak budaya pada masa koridor sungai musi untuk pengembangan wisata sejarah di kota palembang. Journal of Architecture and Wetland Environment Studies,1(1).

Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan r&d. Alfabeta.

Susanto, H., & Akmal, H. (2019). Media pembelajaran sejarah era teknologi informasi. Program Studi Pendidikan Seajarah FKIP Universitas Lambung Mangkurat.

Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. PT Remaja Rosdakarya.

Utomo, B. B. (2015). Diplomasi kebudayaan cheng ho di nusantara abad ke 15 masehi.

Wicaksono, B., & Kusdiwanggo, S. (2016). Modus bermukim masyarakat riparian sungai musi palembang. Historical Continuity for Sustainable Future, 11-20.

Warsita, B. (2008). Teknologi landasan pembelajaran dan aplikas. Rineka Cipta.

Wartha, I. B. (2016). Manfaat penting "benda cagar budaya" sebagai peninggalan sejarah / arkeologi untuk kepentingan agama, sosial budaya, sosial ekonomi, pendidikan dan ilmu pengetahuan. Jurnal Santiaji Pendidikan, 6(2), 189-196.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v5i1.36374

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

   

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats