Pembelajaran Sejarah Indonesia Berbasis Peristiwa-peristiwa Lokal di Tasikmalaya untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Yanyan Hardiana

Abstract


Artikel ini membahas pentingnya pengajaran sejarah lokal di sekolah-sekolah yang dikembangkan. Belajar sejarah atau kejadian lokal masih dirasakan sebagai beban oleh para guru. Penyebabnya adalah kurangnya guru kreatif dalam mengembangkan materi sejarah, mereka berfokus pada materi yang tercantum dalam silabus sejarah pengajaran dan minimal atau tidak ada sumber sejarah lokal yang dapat digunakan oleh guru sebagai bahan ajar di sekolah. Makalah ini berfokus pada urgensi belajar sejarah lokal, yang terintegrasi dengan pengajaran sejarah di Indonesia. Lebih banyak penelitian dilakukan secara khusus terhadap karakter dan peristiwa yang terjadi di wilayah Tasikmalaya. Dalam penelitian ini, penulis menunjukkan bahwa di Tasikmalaya harus ada banyak karakter dan acara lokal yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak untuk dikembangkan dalam pengajaran sejarah di sekolah. Hal ini sangat penting mengingat pengembangan karakter harus dimulai dari kesadaran akan identitas mereka sebagai bagian dari sejarah Indonesia. Oleh karena itu, perkembangan sejarah lokal merupakan bagian dari pengembangan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Keywords


Nasionalisme, patriotisme, toleransi, enrichment, kearifan lokal

Full Text:

PDF

References


Hasan, S. H. (2007). Kurikulum Sejarah dan Pendidikan Sejarah Lokal. Dalam Agus Mulyana & Restu Gunawan, Sejarah Lokal Penulisan dan Pembelajaran di Sekolah. Bandung: Salamina Press.

Hasan, S. H. (2008). Pengembangan Kompetensi Berfikir Kritis dalam Pembelajaran Sejarah. Makalah. Seminar IKAHIMSI, UPI Bandung, 8 April 2008.

Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia. Bandung: Rizqi Press.

Mulyana, A. & Gunawan, R. (2007). Sejarah Lokal Penulisan dan Pembelajaran di Sekolah. Bandung: Salamina Press.

Naim, N. & Sauqi, A. (2012). Pendidikan Multikultural Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sjamsuddin, H. & Ismaun. (1996). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Supardan, D. (2004). Kesadaran Sejarah Berbasis Pendekatan Multikultural dan Perspektif Sejarah Lokal, Nasional, Global dalam Integrasi Bangsa. Disertasi. SPS UPI Bandung.

Supardi & Saliman. (tanpa tahun). Penanaman Nilai dalam Pembelajaran IPS di SMP. Online: http://staff.uny.ac.idsystemfilespenelitianSaliman%20Drs.%20M.Pd.Pendidikan%20nilai%20dalam%20pembelajaran%20IPS.pdf. [Diakses 23 September 2013]

Supriatna, N. (2005). Konstruksi Pembelajaran Sejarah Lokal untuk Memahami Isu-Isu Sosial, HISTORIA Jurnal Pendidikan Sejarah, 6 (1), Juni 2005.

Surbakti, Y. R. (2010). Paradigma Pembelajaran Sejarah Berbasis Konstruktivisme, Jurnal SPPS, 24 (1) Online: http://www.usd.ac.idlembagalppmf1l3Jurnal%20Historia%20Vitaevol24no1april2010 PARADIGMA%20PEMBELAJARAN%20SEJARAH%20YR%20Subakti.pdf. [Diakses 21 September 2013]

Winarti, M. (tanpa tahun). Sejarah Lokal: (Pengertian, Konten dan Pengajaran). Online: http://file.upi.eduDirektoriFPIPSJUR._PEND._SEJARAH196005291987032-MURDIYAH_WINART IPeng_sej_Lokal.pdf. [Diakses 26 September 2013]

Wiriatmadja, R. (2002). Pendidikan Sejarah Indonesia, Perspektif Lokal Nasional dan Global. Bandung: Historia Utama Press.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v1i1.7008

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

   

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats