Pembelajaran Sejarah Melalui Pelatihan Kesenian Jathilan untuk Meningkatkan Pemahaman terhadap Nilai-Nilai Lokal

diana trisnawati

Abstract


Salah satu hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa pembelajaran sejarah memiliki banyak media ataupun metode yang luwes dalam penyampaiannya, salah satunya melalui pelatihan Kesenian Jathilan. Kesenian Jathilan merupakan salah satu kesenian rakyat dengan menggunakan properti kuda kepang, seperti halnya pemain reog atau kuda lumping atau kuda kepang. Kesenian Jathilan Wahyu Turonggo yang ada di Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kesenian rakyat yang sarat akan nilai-nilai lokal. Pembelajaran sejarah melalui pelatihan Kesenian Jathilan untuk meningkatkan nilai-nilai lokal diharapkan mampu memberikan gagasan yang baru dalam pembelajaran sejarah. Hal tersebut karena sejarah tidak terlepas dari kebudayaan-kebudayaan dalam suatu masyarakat. Sementara itu, kesenian merupakan salah satu hasil dari kebudayaan. Pengajaran sejarah pada saat ini juga banyak mengangkat mengenai nilai-nilai lokal dikarenakan Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Untuk meningkatkan kecintaan terhadap negara Indonesia (nasionalisme) tidak hanya melalui pembelajarah sejarah, terutama materi-materi sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Cara meningkatkan nasionalisme dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai lokal. Nilai-nilai lokal yang dapat ditanamkan melalui pelatihan Kesenian Jathilan meliputi nilai-nilai gotong royong, kekeluargaan, nilai-nilai religious berupa rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai kecintaan pada lingkungan sekitar, nilai-nilai kemandirian yakni memanfaatkan hasil bumi untuk kegiatan dalam masyarakat, dan sebagainya.


Keywords


Pembelajaran sejarah, jathilan, nilai-nilai Lokal

Full Text:

PDF

References


Anderson, B. (2001). “Kebutuhan Indonesia: Nasionalisme dan Menumpas Keserakahan”, dalam 100 Tahun Bung Karno. Jakarta: Hasta Mitra.

Anderson, B. (2008). Komunitas-Komunitas Terbayang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (2004). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pigeaud, Th. (1938). Javaanse Volksvertoningen. Batavia: Volkslectuur.

Prakosa, R. D. (2006). Kesenian Jaranan Kota Surabaya. Tesis. Surakarta: STSI Surakarta.

Sardiman. (2004). Memaknai Sejarah. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

Soedjatmoko. (2010). Menjadi Bangsa Terdidik Menurut Soedjatmoko. Jakarta: Kompas Media Nusantara.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v1i1.8602

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

   

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats