Strategi Defensif Pemikiran Pendidikan Islam Hamka Terhadap Ekspansi Ideologi Kiri (1959-1960)

Abdul Rouf, Aman Aman, Dimas Aldi Pangestu, Gun gun Gunawan

Abstract


Popular print media played an important role in religious education amid Indonesia’s ideological contestation during the Guided Democracy period. This study examines Hamka’s use of Pandji Masjarakat as an educational response to the growing influence of communism in 1959–1960. Using the historical method—heuristics, source criticism, interpretation, and historiography—the study primarily analyzes articles published in Pandji Masjarakat. The findings show that rather than relying solely on direct political polemics, Hamka developed a preventive educational strategy by strengthening Islamic faith, morality, and identity. Through religious, historical, literary, and social writings, the magazine constructed a counter-narrative to the materialism and atheism associated with communism. Pandji Masjarakat therefore functioned not only as a medium of da‘wah but also as a platform for public education and religious identity formation. This study argues that Hamka’s approach represented a pedagogical-cultural strategy for strengthening Muslim ideological resilience during the early Guided Democracy period.

Keywords: Communism; Guided Democracy; Hamka; Islamic Education; Pandji Masjarakat.

Abstrak
Media cetak populer memiliki peran penting dalam penyebaran gagasan dan pendidikan keagamaan di tengah dinamika politik Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Salah satu media yang menonjol adalah Pandji Masjarakat, majalah yang diasuh oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dan menjadi ruang artikulasi pemikiran Islam di tengah menguatnya pengaruh politik dan ideologi kiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan Islam yang dikembangkan Hamka melalui Pandji Masjarakat dalam merespons ekspansi komunisme pada awal Demokrasi Terpimpin. Penelitian menggunakan metode sejarah yang mencakup heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan Pandji Masjarakat sebagai sumber primer utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka tidak semata-mata merespons komunisme melalui polemik politik langsung, tetapi membangun strategi pendidikan yang bersifat preventif melalui penguatan nilai ketauhidan, moralitas, dan identitas keislaman pembaca. Strategi tersebut diwujudkan melalui rubrik keagamaan, sejarah, sastra, dan pembahasan sosial yang membentuk kontra-narasi terhadap materialisme dan ateisme yang diasosiasikan dengan komunisme. Dengan demikian, Pandji Masjarakat tidak hanya berfungsi sebagai media dakwah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan publik dan pembentukan identitas keagamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa respons Hamka terhadap komunisme dapat dipahami sebagai strategi pedagogis-kultural yang menempatkan pendidikan keagamaan sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ideologis umat Islam dalam kontestasi politik dan ideologi pada awal Demokrasi Terpimpin.


Keywords


Pendidikan Islam, Hamka, Pandji Masjarakat, Komunisme

Full Text:

PDF

References


Abdullah, T., & Lapian, A. B. (Eds.). (2012). Pascarevolusi: Indonesia dalam arus sejarah (Vol. 7). Ichtiar Baru van Hoeve & Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Akmal. (2021). State repression towards the press in the Guided Democracy era: The case of Pandji Masjarakat and Gema Islam (1959–1966). In Proceedings of the International University Symposium on Humanities and Arts 2020 (INUSHARTS 2020). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211110.001

Alfian. (1989). Muhammadiyah: The political behavior of a Muslim modernist organization under the Dutch colonial rule. Gadjah Mada University Press.

Al-Ghazali, I. A. H. M. (1959, July 1). Tjinta akan Tuhan. Pandji Masjarakat, (2).

Al-Hamdi, R. (2013). Teori dan praktik politik di Indonesia. Graha Ilmu.

Aliah, Y. (2014). Analisis wacana kritis dalam multiperspektif. Refika Aditama.

Azra, A. (2002). Islam Nusantara: Jaringan global dan lokal. Mizan.

Chisaan, C. (2008). Lesbumi: Strategi politik kebudayaan. LKiS.

Chisaan, C. (2011). Pencarian identitas kebudayaan Islam Indonesia 1956–1965. In J. Lindsay & M. H. T. Liem (Eds.), Ahli waris budaya dunia: Menjadi Indonesia 1950–1965. Pustaka Larasan.

Fairclough, N. (2012). Critical discourse analysis: The critical study of language. In A. Badara (Ed.), Analisis wacana: Teori, metode, dan penerapannya pada wacana media. Kencana.

Federspiel, H. M. (2006). Islam and ideology in the emerging Indonesian state: The Persatuan Islam (PERSIS), 1923–1957. Brill.

Hamka. (1959, June 15). Istiqomah. Pandji Masjarakat, (1).

Hamka. (1960, January 1). Hakekat hidup melalui jendela seni. Pandji Masjarakat, (14).

Hamka. (1962, January 15). Kebudajaan Islam adalah mazhar dari tauhid dan taqwa

Sambutan Ketua MASBI Dr. Hamka pada malam penutupan Musyawarah HSBI tgl. 15–17 Desember 1961 di Djakarta. Gema Islam, (1).

Hamka, R. (1989). Islam dan era informasi: Buku peringatan 30 tahun Majalah Panji Masyarakat 1959–1989. Pustaka Panjimas.

Hidayat, R., & Siregar, M. (2021). Konstruksi pendidikan Islam dalam pemikiran Buya Hamka: Integrasi akal dan wahyu di era modern. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ittihad, 5(2), 112–125.

Junaedhie, K. (1994). Ensiklopedi pers Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Liliweri, A. (1991). Memahami peran komunikasi massa dalam masyarakat. Citra Aditya Bakti.

Marbun, B. N. (1996). Kamus politik. Pustaka Sinar Harapan.

Mulyani, S., & Rosyadi, K. (2023). Internalisasi nilai-nilai ketauhidan dalam pendidikan akhlak perspektif Hamka: Solusi menghadapi krisis moral kontemporer. Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 11(1), 45–58.

Mustapa, H., & Hamid, I. (2024). Nasakom dilemma and the politics of Islamic organizations: NU and Muhammadiyah organizational politics during the Guided Democracy period (1959–1966). Politea: Jurnal Politik Islam, 7(1). https://doi.org/10.20414/politea.v7i1.9780

Musyafa, H. (2016). Hamka: Sebuah novel biografi. Imania.

Musyafa, H. (2018). Buya Hamka: Kisah hidup sang ulama karismatik dan pujangga legendaris. Falcon Publishing.

Muzakki, A. (2007). Cultivating Islamic ideology: Print Islam in post-independence Indonesia (A preliminary study). Studia Islamika, 14(3). https://doi.org/10.15408/sdi.v14i3.543

Muzakki, A. (2011). Advancing larger democracy in Indonesia through Islamic print media. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 49(2), 231–252. https://doi.org/10.14421/ajis.2011.492.231-252

Noer, D. (1988). Islam dan politik: Mayoritas atau minoritas? Prisma, 17(5).

Muhyidin, R. A. A., & Adam, Y. F. (2023). Two imaginations of Indonesia: A study on the Islamic and nationalism ideologies in Pandji Islam magazine, 1940. Insaniyat: Journal of Islam and Humanities, 8(1), 61–77. https://doi.org/10.15408/insaniyat.v8i1.33856

Nurdin, A. (2022). Peran media pers Islam sebagai lembaga pendidikan non-formal: Refleksi pemikiran Hamka dalam Majalah Pandji Masjarakat. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, 9(3), 201–215.

Pandji Masjarakat (No. 1). (1959, June 15).

Pandji Masjarakat (No. 2). (1959, July 1).

Pandji Masjarakat (No. 3). (1959, July 15).

Pandji Masjarakat (No. 4). (1959, August 1).

Pandji Masjarakat (No. 5). (1959, August 15).

Pandji Masjarakat (No. 6). (1959, September 1).

Pandji Masjarakat (No. 7). (1959, September 15).

Pandji Masjarakat (No. 8). (1959, October 1).

Pandji Masjarakat (No. 9). (1959, October 15).

Pandji Masjarakat (No. 10). (1959, November 1).

Pandji Masjarakat (No. 11). (1959, November 15).

Pandji Masjarakat (No. 12). (1959, December 1).

Pandji Masjarakat (No. 13). (1959, December 15).

Pandji Masjarakat (No. 14). (1960, January 1).

Pandji Masjarakat (No. 15). (1960, January 15)

Pandji Masjarakat (No. 16). (1960, February 1).

Pandji Masjarakat (No. 17). (1960, February 15).

Pandji Masjarakat (No. 18). (1960, March 1).

Pandji Masjarakat (No. 19). (1960, March 15).

Pandji Masjarakat (No. 20). (1960, April 1).

Pandji Masjarakat (No. 21). (1960, April 15).

Pandji Masjarakat (No. 22). (1960, May 1).

Pandji Masjarakat (No. 23). (1960, May 15).

Pandji Masjarakat (No. 25). (1960, June 15).

Pandji Masjarakat (No. 26). (1960, July 1).

Pandji Masjarakat (No. 27). (1960, July 15).

Pandji Masjarakat (No. 28). (1960, August 1).

Pandji Masjarakat (No. 29). (1960, August 15).

Pandji Masjarakat (No. 30). (1960, September 1).

Pandji Masjarakat (No. 31). (1960, September 15).

Pandji Masjarakat (Nos. 32–33). (1960, October 1–15).

Prasetyo, A., & Wahyuni, T. (2020). Relevansi konsep tri pusat pendidikan Buya Hamka terhadap tantangan pendidikan karakter di era digital. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 7(2), 89–101.

Puar, J. A. (1960, January 15). Menguraikan posisi sastera nan bernafaskan ketuhanan, persajakan Islam dalam menghadapi individualisme, naturalisme, dan realisme. Pandji Masjarakat, (15).

Redaktur Pandji Masjarakat. (1959, June 15). Sebab Pandji Masjarakat diterbitkan. Pandji Masjarakat, (1).

Redaktur Pandji Masjarakat. (1959, October 15). Kandungan intisari. Pandji Masjarakat, (9).

Rush, J. R. (2016). Hamka’s great story: A master writer’s vision of Islam for modern Indonesia. University of Wisconsin Press.

Said, T. (1988). Sejarah pers nasional dan pembangunan pers Pancasila. Haji Masagung.

Shadiy, H. (1984). Sosiologi untuk masyarakat Indonesia. Bima Aksara.

Solihin. (2007). Pandangan M. Amien Rais tentang politik Islam Indonesia: Telaah atas hubungan Islam dan negara periode 1985–2000 [Publikasi ilmiah]. Lembaga Penelitian UIN Sunan Gunung Djati.

Susanto, D. (2015). Kamus istilah sastra. Pustaka Pelajar.

Teeuw, A. (1980). Sastra baru Indonesia (Jilid 1). Nusa Indah.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2017). Kamus besar bahasa Indonesia (3rd ed.). Balai Pustaka.

Tim Redaksi. (1959, July 15). Pandji Masjarakat, (3).

Tim Redaksi. (1960, May 1). Pandji Masjarakat, (22).

Tim Yayasan Nurul Islam. (1978). Kenang-kenangan 70 tahun Buya Hamka. Yayasan Nurul Islam.

Wiryanto. (2000). Teori komunikasi massa. Grasindo.

Yuliantri, R. D. A., & Dahlan, M. (2008). Lekra tak membakar buku: Suara senyap lembar kebudayaan Harian Rakjat 1950–1965. Merakesumba.

Zara, M. Y. (2026). Print, piety, and patriotism: Taman Poestaka Moehammadijah and the creation of enlightened native Muslims in colonial Indonesia. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 64(1), 89–119. https://doi.org/10.14421/ajis.2026.641.89-119




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v9i1.98257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

  

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats