Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Penjumlahan Pecahan melalui Metode Diskusi pada Siswa Sekolah Dasar

Totong Totong

Abstract


Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya kesenjangan-kesenjangan khususnya pada pelajaran Matematika khususnya dalam materi penjumlahan pecahan. Rumusan masalahnya adalah apakah metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar Penjumlahan Pecahan siswa kelas 4 SD Negeri 1 Margaharja? Permasalahan rendahnya kemampuan menjumlahkan pecahan siswa kelas 4 SD Negeri 1 Margaharja dapat diatasi dengan metode diskusi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar penjumlahan pecahan siswa kelas 4 SD Negeri 1 Margaharja. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di Kelas 4 SD Negeri 1 Margaharja dengan jumlah siswa 24 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menjumlahkan pecahan mengalami peningkatan. Peningkatan itu dapat terlihat pada setiap siklus pembelajaran yang telah dilakukan.  Siklus satu tingkat penguasaan siswa cukup, siklus dua tingkat penguasaan siswa baik. Hasil tes siswa sebelum dilakukan perbaikan adalah 58,33. Sedangkan pada perbaikan siklus I diperoleh nilai rata-rata 70,83 dan terdapat 13 siswa  yang tuntas atau 54% dari jumlah siswa 24 orang.  Pada siklus II  nilai rata-rata perolehan siswa 80,42 dan terdapat 23 siswa yang belajarnya tuntas sesuai KKM atau  96%  dari  24 orang  siswa.  Meskipun  masih  terdapat  1 orang  siswa  yang  belum  tuntas tapi dari  hasil  presentase  ketuntasan  klasikal  penelitian  ini  dikatakan  berhasil. Dari hasil penelitian   dan   pembahasan   diperoleh   kesimpulan   bahwa   pembelajaran   dengan menggunakan metode Diskusi ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang penjumlahan pecahan, pada mata pelajaran Matematika di SD Negeri 1 Margaharja.

 


Keywords


Metode Diskusi, Menghitung Penjumlahan Pecahan, Siswa Sekolah Dasar.

Full Text:

PDF

References


Abdullah. (2008). Prestasi Belajar. Jakarta: Gramedia.

Anwar, A. (2016). Meningkatkan Kemampuan Menghitung Luas Bangun Ruang Melalui Benda Konkret Sekitar Siswa Kelas VI SDN Talabiu Tahun Pelajaran 2011/2012. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 2(1), 134-147.

Arikunto, dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Bernard, M. (2015). Meningkatkan kemampuan komunikasi dan penalaran serta disposisi matematik siswa SMK dengan pendekatan kontekstual melalui game adobe flash cs 4.0. Infinity Journal, 4(2), 197-222.

Daryanto. (2011). Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah. Yogyakarta: Gava Media.

Hamdu, A. (2018). The Ability of Prospective Elementary School Teachers to Develop Student Worksheets on Context-Based Science Learning. Jurnal Mimbar Sekolah Dasar, 5(3), 155-161.

Hardini, T. (2015). Peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn melalui metode sosiodrama di kelas 5 SD Tlompakan 01-Tuntang. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 5(3), 120-135.

Harsikah, H. (2017). Penggunaan Alat Peraga Pada Pelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. SUARA GURU, 2(3), 249-254.

Juniati, E. (2017). Peningkatkan hasil belajar matematika melalui metode drill dan diskusi kelompok pada siswa kelas VI SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(3), 283-291.

Negeri, S. S. (2017). Penerapan Alat Peraga Benda Kongkrit Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Melakukan Operasi Hitung Pecahan Pada Siswa Kelas V SD Negeri 03 Kalisoro Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016”. IJER-Indonesian Journal on Education and Research, 2(4).

Novak, J. D. (2002). Meaningful learning: The essential factor for conceptual change in limited or inappropriate propositional hierarchies leading to empowerment of learners. Science education, 86(4), 548-571.

Panjaitan, D. J. (2018). Peningkatan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Jurnal MathEducation Nusantara, 1(1), 52-59.

Sabandi, A. (2013). Supervisi pendidikan untuk pengembangan profesionalitas guru berkelanjutan. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(2), 1-9.

Sukidin, dkk. (2010). Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.

Wijaya, E. Y., Sudjimat, D. A., Nyoto, A., & Malang, U. N. (2016). Transformasi pendidikan abad 21 sebagai tuntutan pengembangan sumber daya manusia di era global. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika (Vol. 1, No. 26, pp. 263-278).

Yore, L. D., Pimm, D., & Tuan, H. L. (2007). The literacy component of mathematical and scientific literacy. International Journal of Science and Mathematics Education, 5(4), 559-589.




DOI: https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v8i1.32641

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar



 

This Journal is published by Universitas Pendidikan Indonesia, licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
©All rights reserved 2017. Jurnal PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, ; 2406-8705 (issn print). 2774-213X (issn online)


Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya

Telepon (0265) 331860

Homepage http://pgsd-tasikmalaya.upi.edu/

Email: pedadidaktika_tasik@upi.edu dan pedadidaktika.jurnal@gmail.com