MODEL PEMBELAJARAN TAUHID DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA MANONJAYA TASIKMALAYA

Ina Fauzianti, Edi Suresman, Abas Asyafah

Abstract


Ilmu tauhid merupakan ilmu keislaman yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim, karena ilmu ini paling penting dibanding ilmu keislaman lainnya. Ilmu ini membahas aqīdahdalam Islam yang merupakan inti dan dasar agama. Tetapi saat ini mayoritas umat Islam tidak menghayati tauhid dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran mengenai pembelajaran tauhid di pondok pesantren dengan memfokuskan pada tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah berasal dari data wawancara, observasi dan dokumetasi. Hasil dari penelitian ini adalah Miftahul Huda yang di dirikan oleh KH. Choer Affandi pada tahun 1967 adalah pondok pesantren tradisional yang memiliki keunggulan dalam bidang agama Islam, salah satunya ilmu tauhid.Pesantren inibertujuan mencetak santri agar menjadi Ulamā` Al-‘Āmilīn (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), Imām Al Muttaqīn (Memimpin umat untuk bertakwa) dan Muttaqīn(Pribadi bertakwa). Pendidik yang lulusannya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, memiliki peserta didik 2.652 santri putra dan putri dari berbagai daerah. Materi pembelajarannya terdapat delapan materi tauhid yang disampaikan sesuai dengan pembelajaran dan pengajaran Tauhid. Tercermin dalam tiga tahap yakni(1) pemberian bimbingan dan pengajaran; (2) pembiasaan; dan (3) pembentukan. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode klasik yakni ceramah, sorogan, dan bandongan. Hasil penelitian atau evaluasi pembelajaran yang diterapkan yakni evaluasi mingguan dan semesteran. Tolok ukur dalam keberhasilan pondok pesantren ini adalah para alumni yang mandiri dan dapat menciptakan masyarakat yang berbasis tauhid dengan mendirikan pondok pesantren.

Keywords


Pembelajaran Tauhid; Pondok Pesantren; Miftaḥul Huda

References


Arifan, F. A. (2014, Mei 8). Evaluasi Pembelajaran di Madrasah dan Pesantren. Retrieved Maret 10, 2015, from Edukasi Kompasiana: http://edukasi.kompasiana.com

Asmuni, D. H. (1993). Ilmu Tauhid. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren . Jakarta Barat: LP3ES.

Kholidah, A. M. (2009). Metode dan Teknik Pembelajaran Pembelajaran Agama Islam. Bandung: PT Refrika Aditama.

Komalasari, K. (2013). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama.

Majid, A. (2012). Belajar dan Pembelajaran Pendiidkan Agama Islam. Bandung: ROSDA.

Nasional, D. P. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nata, A. (2005). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Nata, A. (2010). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Sofwan, R. (2014, September 5). Laporan WHO: Bunuh Diri Terjadi 40 Detik. Dipetik Februari 13, 2015, dari CNNINDONESIA: http://www.cnnindonesia.com/internasional/20140905130645-134-2544/bunuh-diri-terjadi-tiap-40-detik/#

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suresman, E. (2011). Dirosah Aqidah Asasiyah Wal Milal. Bandung: RIZKI PRES.

Uno, H. B. (2014). Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

Zaen, A. (2013, Maret 16). Belajar Islam. Retrieved Februari 13, 2015, from Ritual-Ritual Persembahan Syirik di Sekitar Kita: https://msulhan.-wordpress.com/2013/03/16/ritual-ritual-persembahan-syirik-disekitar-kita/




DOI: https://doi.org/10.17509/t.v2i2.3446

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:

                              


Tarbawy is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.