KONSEP MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM (Sebuah Kajian Historis)

Anita Aprilia, Betty Mauli Rosa Bustam

Abstract


Abstract. This article tries to explain in a simple way the concept of independent learning offered by the Minister of Education, Culture, Research, Technology and Higher Education (Menristekdikti) and will relate it to educational practices at the time of the Prophet Muhammad. In this study, the author uses library research methods, or library research. By using literature related to the concept of independent learning. While the research approach used is a qualitative approach with a descriptive method. The results showed that the concept of independent learning promoted by Nadiem Makarim was in line with the concept of Islamic education. The Prophet himself has applied it when teaching many things to his students. In this case the Prophet created a fun learning atmosphere or fun learning. Where one of the goals of the concept of independent learning is to create a pleasant learning atmosphere.

 

Keywords: independent learning, Islamic education, Rasulullah (Pbuh.) Education.

 

Abstrak. Artikel ini mencoba memaparkan secara sederhana terkait konsep belajar mandiri yang ditawarkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) dan akan mengaitkannya dengan praktik pendidikan pada masa Nabi Muhammad SAW. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan, atau library research. Dengan menggunakan literatur yang berkaitan dengan konsep belajar mandiri. Sedangkan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep belajar mandiri yang diusung oleh Nadiem Makarim ini sejalan dengan konsep pendidikan Islam. Rasulullah sendiri telah menerapkannya ketika mengajarkan banyak hal kepada murid-muridnya. Dalam hal ini Rasulullah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan atau fun learning. Di mana salah satu tujuan dari konsep belajar mandiri adalah untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

 

Kata Kunci: Merdeka belajar, pendidikan Islam, pendidikan Rasulullah SAW.


Keywords


Independent learning; Islamic education; Rasulullah Education

Full Text:

PDF

References


Aiman Faiz, Imas Kurniawaty. (2020). Konsep Merdeka Belajar Pendidikan Bahasa Indonesia dalam Perspektif Filsafat Progresivisme. Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran , 158.

asy-Syalhub, F. b. (2018). Begini Seharusnya Menjadi Guru. Jakarta: Darul Haq hlm. 123.

Chatib, M. (2013). Kelasnya Manusia (Memaksimalkan Fungsi Otak Belajar dengan Manajemen Display Kelas). Bandung: Mizan Pustaka.

Ghuddah, A. F. (2012). 40 Metode Pendidikan dan Pengajaran Rasulullah SAW. Bandung : Irsyad Baitus Salam 106.

Hafiddin, H. (2015). Pendidikan Islam pada Masa Rasulullah. Jurnal Tarbiya .

Hardivizon. (2017). Metode Pembelajaran Rasulullah Saw. Jurnal Pendidikan Islam , 15.

Kebudayaan, D. J. (2020). Buku Panduan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.

M.L.Siberman. (2014). Active Learning; 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : Nuansa.

Mualifah, I. (2013). ProgresivismeJohn Dewey Dan PendidikanPartisipatif Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 01, No. 01 Mei 2013 , 102-121.

Naili Nur Fitrotun, Moh. Miftakhul Huda, Achmad Ali Fikri. (2019). Persepsi Calon Guru PAI terhadap Merdeka Belajar. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam .

Nurhayani Siregar, Rafidatun Sahirah, Arsikal Amsal Harahap. (2020). Konsep Kampu Merdeka Belajar di Era Revolusi Industri 4.0 . Fitrah: Journal of Islamic Education , 152.

Nurteti, N. N. (2016). Fungsi Membaca dalam Konsep Pendidikan Islam. Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini , 72.

Prayitno, Manullang Belferik. (2011). Pendidikan Karakter dalam Pembangunan bangsa. PT Grasindo .

Putra, S. R. (2016). Metode Pengajaran Rasulullah SAW. Yogyakarta: Diva Press.

RI, D. A. (2009). Al-Quran dan Terjemahan. Jakarta: Pustaka Al-Fatih .

Rohman, S. (2017). Membangun Budaya Membaca pada Anak Melalui Program Gerakan Literasi Sekolah. Jurnal pendidikan dan Pembelajaran Dasar , 153.

Saleh, M. (n.d.). Merdeka Belajar di Tengah Pandemi Covid-19. http://proceedings.ideaspublishing.co.id/index.php/hardiknas/article/view/8/8.

Sudaryanto, Wahyu Widayati, Risza Amalia. (2020). Konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dan Aplikasinya dalam Pendidikan Bahasa (dan Sastra) Indonesia. Kode Jurnal Bahasa , 79.

Sudiyono. ( 2009). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Rineka Cipta.

Syahid, A. A. (2006). Gembira bersekolah: memaknai fun learning di sekolah dasar. Current Research in Education: Conference Series Journal , 2.

Syukri, B. (n.d.). Menakar Konsep Merdeka Belajar. (https://intens.news/menakar-konsep-merdeka-belajar.

Widaningsih, I. (2019). Strategi dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0. . Uwais Inspirasi Indonesia.

Yamin, M. (2007). Kiat Membelajarkan Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press.

Yunus, P. D. (1992). Sejarah Pendidikan Islam,. Jakarta: PT. Hidakarya Agung.

Yusuf. (2002). Penggunaan metode yang efektif dalam pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.




DOI: https://doi.org/10.17509/t.v8i2.39858

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:

                                          


Tarbawy is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.