Peran Huishoudschool (Sekolah Rumah Tangga) dalam Pendidikan dan Pembentukan Citra Perempuan Ideal di Perkotaan Jawa Akhir Masa Pemerintah Kolonial Belanda

Ardela Iga Pratiwi, Putri Agus Wijayati, Rizka Cahyaning Arifin Putri

Abstract


In Indonesian women’s historiography, studies of women’s education remain largely centered on formal schooling within the public education system, while domestic skills education has received comparatively limited scholarly attention. This article examines the role of Huishoudschool in urban Java during the late Dutch East Indies period (1901–1942). Employing historical methods with a gender perspective, this study analyzes primary sources including colonial newspapers, women’s magazines, and annual reports of women’s schools. The findings reveal that Huishoudschool functioned not merely as an educational institution for women but also as a key instrument in shaping colonial constructions of ideal femininity. Its curriculum emphasized domestic skills such as cooking, sewing, laundry, childcare, nutrition, and health, delivered through a two- to three-year program. These educational practices reinforced colonial hegemonic ideals that positioned women primarily as household managers, devoted wives, and moral educators of children. The institutionalization and popularization of Huishoudschool in urban Java contributed to the standardization of feminine ideals that persisted beyond the colonial period. This study argues that postcolonial notions of the “good woman” in Indonesia cannot be understood independently of the historical legacy of Huishoudschool, which continues to influence gender norms and domestic education discourses.

Keywords : Education; gender; Huishoudschool; household; ideal womanhood.

Abstrak
Dalam historiografi perempuan Indonesia, kajian tentang sejarah pendidikan perempuan masih didominasi oleh pembahasan pendidikan formal dalam sistem sekolah umum, sementara studi mengenai pendidikan keterampilan domestik relatif masih terbatas. Artikel ini mengkaji peran Huishoudschool di wilayah perkotaan Jawa pada masa akhir pemerintahan kolonial Hindia Belanda (1901–1942). Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan gender, dengan memanfaatkan sumber-sumber primer berupa surat kabar kolonial, majalah perempuan, serta laporan tahunan sekolah perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Huishoudschool tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan khusus bagi perempuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk konstruksi kolonial mengenai feminitas ideal. Kurikulum pendidikan di Huishoudschool menitikberatkan pada pengajaran keterampilan domestik, seperti memasak, menjahit, mencuci, mengasuh anak, pengetahuan gizi, dan kesehatan, dengan lama pendidikan dua hingga tiga tahun. Praktik pendidikan tersebut mereproduksi hegemoni kolonial yang menempatkan perempuan sebagai pengelola rumah tangga, istri yang berbakti, serta pendidik moral bagi anak-anak. Pelembagaan dan popularitas Huishoudschool di Jawa perkotaan berkontribusi pada standarisasi ideal perempuan yang berlanjut hingga masa pascakolonial. Oleh karena itu, konsep “perempuan baik” dalam masyarakat Indonesia kontemporer tidak dapat dilepaskan dari warisan historis Huishoudschool..

Kata Kunci: Gender: Huishoudschool; kerumahtanggaan; pendidikan; perempuan ideal.


Keywords


woman; school; domestic; colonial

Full Text:

PDF

References


Amini, M. (2016). Perkawinan dalam sejarah kehidupan keluarga Jawa 1920-an–1970-an. Jurnal Sejarah dan Budaya Universitas Negeri Malang, 10(1). https://doi.org/10.17977/um020v10i12016p054

Amini, M. (2020). Orde Baru, wanita, dan keluarga: Pola pemberdayaan terstruktur. Dalam Bunga rampai eksploitasi, modernisasi, & pembangunan: Perubahan sosial ekonomi pedesaan Jawa pada masa kolonial dan pascakolonial. Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Amini, M. (2021). Sejarah organisasi perempuan Indonesia: 1928–1998. UGM Press.

Andoni, Y. (2024). Representasi Dan Identitas Perempuan Minangkabau dalam Fotografi Masa Kolonial Tahun 1900-1942. Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam, 23(1), 1-21.

Arsip Nasional Republik Indonesia. (1928). Algemene Secretarie seri Grote Bundel Besluit (GB BT), 1891–1942. ANRI.

Arsip Nasional Republik Indonesia. (1931). Algemene Secretarie seri Grote Bundel Ter Zijde Gelegde Agenda (GB TZG AG), 1891–1942. ANRI.

Barokah, I. (2016). Sekolah Sisworini Pura Mangkunegara Surakarta tahun 1912–1943 (Skripsi). Universitas Negeri Yogyakarta.

Boissevain, H. D. J. (1938). Overzicht van het zendingswerk in Nederlandsch Oost- en West-Indië. Zendingsbureau.

Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.

De Commissie voor Ongesubsidieerd Onderwijs. (1937). Rapport III: Omvang en organisatie christelijk ongesubsidieerd onderwijs.

De Indische Courant. (1940, March 1). Malangsche huishoudschool.

De Locomotief. (1927, August 6). De huishoudschool.

Djajadiningrat-Nieuwenhuis, M. (1992). Ibuism and priyayization: Path to power? Dalam E. Locher-Scholten & A. Niehof (Ed.), Indonesian women in focus: Past and present notions (pp. xx–xx). KITLV Press.

Fakih, M. (2008). Analisis gender & transformasi sosial. Pustaka Pelajar.

Gedenkboek Zending der Gereformeerde Kerken van Zeeland, Noord-Brabant en Limburg in Magelang en Temanggung. (1937).

Gouda, F. (2007). Dutch culture overseas: Praktik kolonial di Hindia Belanda 1900–1942. Serambi.

Groeneber, K. (1993). Weg tot het Westen: Het Nederlands voor Indië, 1600–1950. KITLV Press.

Hanani, S. (2020). Ruhana Kuddus Pelopor Gerakan Enterpreneur Perempuan Di Minangkabau. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender, 19(1), 1-14.

Hatley, B., & Blackburn, S. (2000). Representations of women’s roles in household and society in Indonesian women’s writing of the 1930s. Dalam J. Koning et al. (Ed.), Women and households in Indonesia: Cultural notions and social practices (pp. xx–xx). NIAS Press.

Isteri Indonesia. (1939, January–February). Huishoudschool.

Jati, W. R. (2014). Historisitas politik perempuan Indonesia. Paramita: Historical Studies Journal, 24(2).

Kluiver, D. J. W. J. (1933). Voorlichting bij de studiekeuze in Nederlandsch-Indië. Kolff.

Kluiver, D. J. W. J. (1935). Opleidingsscholen en vakcursussen voor meisjes in Nederlandsch-Indië. Volkslectuur.

Kuntowijoyo. (2018). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Kurniawan, A. (2020). Pendidikan dan ekspresi kemajuan perempuan elit di pesisir utara Jawa Tengah awal abad ke-20 (Skripsi). Universitas Gadjah Mada.

Nasri, U., Haq, M. M., Arifin, Z., & Hajras, M. (2025). Tafsir gender dan peran pendidikan islam bagi perempuan di zaman kolonial. GAHWA, 3(2), 37-52.

Nieuwenhuis, M. D. (1992). Ibuism and priyayization: Path to power. Dalam E. Locher-Scholten (Ed.), Indonesian women in focus (pp. xx–xx). KITLV Press.

Ningrum, S. U. D. (2018). Perempuan bicara dalam majalah Dunia Wanita: Kesetaraan gender dalam rumah tangga di Indonesia 1950-an. Lembaran Sejarah, 14(2), 194–215.

Nurhakim, H. A., Pramuharam, A. M., & Birsyada’, M. I. (2024). Dari sekolah kolonial (Kweekschool) ke gerakan nasional: Politik etis dan pengaruhnya terhadap transformasi sosial di Indonesia. Citra Lekha, 9(2), 164–178. https://doi.org/10.14710/jscl.v9i2.46789

Padmo, S. (1991). Depresi 1930-an dan dampaknya terhadap Hindia Belanda. Humaniora, (2). https://doi.org/10.22146/jh.2159

Pedoman Isteri. (1933, December). Minat baroe!

Pedoman Isteri. (1934, May). Huishoudschool

Pedoman Isteri. (1935).

Pedoman Isteri. (1939, January–February). Huishoudschool.

Poesaka. (1940). Sekolah keterampilan.

Ponto, R. A. J., Tampake, T., & Lauterboom, M. (2024). Studi Histori-Feminis Di Zaman Kolonial: Domestifikasi Sebagai Resistensi Perempuan Minahasa. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 7(2), 353-367.

Pradadimara, D. (2019). Perempuan dan perspektif gender dalam penulisan sejarah indonesia. Lensa Budaya: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Budaya, 14(1).

Pratiwi, A. I. (2018). Antara otoritas dan simbiosis: Babu dalam keluarga Eropa di Jawa 1900–1942 (Tesis magister). Universitas Gadjah Mada.

Purwanto, B. (2006). Gagalnya historiografi Indonesiasentris? Ombak.

Salle, H. J. B. (1938). Handboekje van de katholieke onderwijzersbond. Katholiek

Onderwijzersbond in Nederlandsch-Indië.

Saptari, R., & Holzner, B. (1997). Perempuan, kerja, dan perubahan sosial: Sebuah pengantar studi perempuan. Pustaka Utama Grafiti.

Scott, J. W. (1988). Gender and the politics of history. Columbia University Press.

Setiawan, R. (2018). Subaltern, politik etis, dan hegemoni dalam perspektif Spivak. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 6(1), 13–25. https://doi.org/10.22146/poetika.35013

Simanjuntak, A. D. (2025). Jejak perempuan pejuang pendidikan di sumatera utara dari masa kolonial hingga era digital. Lanskap Sejarah Pendidikan Lokal di Indonesia-Jejak Pustaka.

Stichting Jeugdzorg. (n.d.). Prospectus en leerplan. Drukkerij Centrum.

Stoler, A. L. (1995). Race and the education of desire: Foucault’s history of sexuality and the colonial order of things. Duke University Press.

Sujati, B., & Haq, I. H. (2020). Gerakan Perempuan di Jawa (1912-1941). Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, 2(1), 16-31.

Suriani, S., Afrina, T. D., & Febriani, W. (2023). Citra perempuan kolonial dalam kehidupan beragama di Sumatera Timur, 1870-1942. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 223-234.

Urifatulailiyah, N. (2017). Pemikiran pendidikan perempuan pribumi Jawa dalam pers kolonial tahun 1908-1928. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(1).

Verslag Vereeniging tot Oprichting van Jonge Vrouwenscholen in Nederlandsch-Indië. (1921).

Verslag Vereeniging tot Oprichting van Jonge Vrowenscholen in Ned-Indie, 1921.




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v8i2.88203

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

  

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats