Peran Sunan Gunung Jati dalam Mengembangkan Pusat Peradaban Islam di Cirebon Pada Abad 16
Abstract
In the 16th century, Cirebon emerged as a significant center of Islamic civilization in West Java through the strategic role of Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). As both a political leader and a religious authority, he combined spiritual legitimacy and temporal power to establish an Islamic-based state system that profoundly shaped the social, cultural, and political life of Cirebon. This study aims to examine Sunan Gunung Jati’s contributions to the formation of Islamic civilization in Cirebon and the political and cultural transformations that accompanied it. Employing a qualitative approach with a historical-descriptive method, this research draws on classical manuscripts, royal archives, archaeological findings, and modern scholarly works. An interpretative analysis is applied to explore the processes of Islamization, governmental structure, cultural symbolism, and the development of socio-religious institutions under his leadership. The findings indicate that Sunan Gunung Jati successfully founded the Cirebon Sultanate in 1479 as a religio-political system integrating da’wah, governance, and military functions. During his reign, Cirebon experienced significant growth in Islamic architecture, Sufi-inspired arts, and religious traditions, while also emerging as a center for Islamic dissemination and regional trade. The study concludes that his success lay in transforming local Sundanese–Javanese culture into an inclusive and adaptive form of Nusantara Islamic civilization.
Keywords : Cirebon; Islamisasi; Kesultanan; Sunan Gunung Jati; Tasawuf;
Abstrak
Pada abad ke-16, Cirebon berkembang sebagai salah satu pusat penting peradaban Islam di Jawa Barat melalui peran strategis Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Sebagai pemimpin politik sekaligus tokoh agama, ia memadukan otoritas spiritual dan kekuasaan duniawi dalam membangun sistem kenegaraan bercorak Islam yang berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat Cirebon. Penelitian ini bertujuan menjelaskan kontribusi Sunan Gunung Jati dalam pembentukan tamadun Islam di Cirebon serta transformasi politik dan budaya yang menyertainya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-deskriptif melalui studi pustaka terhadap naskah klasik, arsip kerajaan, temuan arkeologis, dan karya ilmiah modern. Analisis dilakukan secara interpretatif dengan menelaah proses Islamisasi, struktur pemerintahan, simbolisme budaya, serta perkembangan lembaga sosial-keagamaan pada masa kepemimpinannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan Gunung Jati berhasil mendirikan Kesultanan Cirebon pada 1479 dengan struktur religio-politis yang mengintegrasikan dakwah, pemerintahan, dan pertahanan. Di bawah kepemimpinannya, Cirebon mengalami kemajuan dalam arsitektur Islam, seni sufistik, dan tradisi keagamaan, sekaligus berkembang sebagai pusat penyebaran Islam dan simpul perdagangan regional. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilannya terletak pada kemampuan mentransformasikan budaya lokal Sunda–Jawa menjadi peradaban Islam Nusantara yang inklusif dan adaptif.
Kata Kunci: Cirebon; Islamization; Sultanate; Sufism; Sunan Gunung Jati.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ambary, H. M. (1998). Menemukan peradaban: Jejak arkeologis dan historis Islam Indonesia. Logos Wacana Ilmu.
Ambary, H. M. (2001). Sunan Gunung Jati dan perkembangan Islam di Jawa Barat. Puslit Arkenas.
Aspek Sejarah dan Lingkungan Budaya. (1995). Cirebon: Aspek sejarah dan lingkungan budaya. Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala.
Behrend, T. E. (1984). Katalog induk naskah-naskah Nusantara, Jilid 1: Museum Sonobudoyo. Djambatan.
Basyari, H. (1989). Sekitar Komplek Sunan Gunung Jati dan Sekilas Riwayatnya. Zulfana.
Hardhi, T. R. (2014). Dakwah Sunan Gunung Jati Dalam Proses Islamisasi di Kesultanan Cirebon Tahun 1479-1568. Prodi Pendidikan Seejarah Universitas Negeri Yogyakarta, 1-9.
Hernawan, W., & Kusdiana, A. (2020). Biografi Sunan Gunung Djati: Sang Penata Agama di Tanah Sunda. LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Kartodirdjo, S. (1988). Pengantar sejarah Indonesia baru: Dari Emporium sampai Imperium (1500–1900). Gramedia.
Lasmiyati. (1995). Sunan Gunung Jati dan sistem pemerintahan Kesultanan Cirebon. Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Masduqi, Z. (2011). Cirebon dari kota tradisional ke kota kolonial. Nurjati Press.
Michrob, H. (1995). Arsitektur kota Islam di Jawa. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.
Moertono, S. (1981). State and statecraft in old Java: A study of the later Mataram period, 16th to 19th century. Cornell University Press.
Musrifah. (2018). Wisata Religi Makam Gunung Jati Cirebon sebagai Budaya dan Media Spiritual. Wahana Akademika, 5(1), 101–110.
Panitia Pengumpul Data Hari Jadi Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon. (1988). Sejarah Hari Jadi Cirebon. Pemda Kabupaten Cirebon.
Reid, A. (1988). Southeast Asia in the age of commerce, 1450–1680 (Vol. 1: The lands below the winds). Yale University Press.
Reid, A. (1999). Charting the shape of early modern Southeast Asia. Silkworm Books.
Rohaedi, A., dkk. (1989). Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa. Yayasan Pembangunan.
Saksono, D. (1995). Sekaten dan tradisi Islam Jawa. Bentang Budaya.
Sanggupri Bochari, M., & Kuswiah, W. (2001). Sejarah kerajaan tradisional Cirebon. CV Suko Rejo Bersinar.
Shiddique, S. (1977). The sociology of Islam in Java: The Cirebon case. National University of Singapore.
Soenardjo, S. (1983). Sejarah Cirebon. Pemda Kotamadya Cirebon.
Soenardjo, S. (1996). Cirebon dari masa ke masa. Pusat Studi Sunda Universitas Padjadjaran.
Sulendraningrat, P. S. (1985). Sejarah Cirebon dan para wali. Keraton Kasepuhan.
Suseno, F. M. (1994). Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Gramedia Pustaka Utama.
Tim Peneliti Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. (1991). Laporan penelitian sejarah Cirebon: Keraton dan lingkungan budaya. Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Woodward, M. R. (1999). Islam Jawa: Kesalehan normatif versus kebatinan. LKiS.
Yunita, S. (1990). Ragam hias pada Masjid Agung Sang Ciptarasa Cirebon: Tinjauan bentuk dan kesinambungan (Skripsi, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia).
DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v8i2.90876
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah
INDEXED
TOOLS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154






