Menjembatani Ilmu Pertanian Kolonial dan Masyarakat Bumiputra: Peran Raden Kartowibowo dalam Pendidikan Pertanian di Jawa (1909–1941)

Chandra Wahyu Widianto, Najib Jauhari

Abstract


Studies on colonial agricultural education in Indonesia have largely focused on government policies and nationalist figures, while the contributions of indigenous agricultural experts remain underexplored. This article examines the career and intellectual role of Raden Kartowibowo as an indigenous agricultural expert and educator in colonial Java between 1909 and 1941. Using the historical method, this study employed heuristic source collection, source criticism, interpretation, and historiography, with Antonio Gramsci’s concept of the organic intellectual serving as the analytical framework. Primary sources include colonial newspapers from the Delpher digital archive, administrative documents from the Kartowibowo family collection, and Kartowibowo’s published writings. The findings reveal that Kartowibowo progressed from an indigenous agricultural assistant to an agricultural teacher who actively translated colonial agricultural science into knowledge relevant to local farming communities. His works, particularly Mardi Tani and Babad Sekola Tani, demonstrate how agricultural knowledge was adapted through education and popular writing to address local needs. This study contributes to the historiography of colonial Indonesia by repositioning indigenous agricultural experts as active intellectual agents in knowledge transfer rather than passive colonial intermediaries, while also highlighting Kartowibowo’s relevance as a resource for local history learning, particularly in Blitar.

Keywords: colonial Indonesia; indigenous intellectuals; local history; agricultural education; Raden Kartowibowo

Abstrak
Kajian mengenai pendidikan pertanian kolonial di Indonesia selama ini lebih banyak berfokus pada kebijakan pemerintah kolonial dan tokoh-tokoh pergerakan nasional, sementara kontribusi tenaga ahli pertanian bumiputra masih relatif kurang mendapat perhatian. Artikel ini mengkaji perjalanan karier dan peran intelektual Raden Kartowibowo sebagai ahli pertanian sekaligus pendidik bumiputra di Jawa pada periode 1909–1941. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan konsep intelektual organik Antonio Gramsci sebagai kerangka analisis. Sumber primer terdiri atas surat kabar kolonial dari arsip digital Delpher, dokumen administrasi koleksi keluarga Kartowibowo, serta karya-karya tulis Kartowibowo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartowibowo berkembang dari seorang asisten ahli pertanian bumiputra menjadi guru pertanian yang berperan aktif mentransformasikan ilmu pertanian kolonial menjadi pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Karya-karyanya, terutama Mardi Tani dan Babad Sekola Tani, memperlihatkan upaya adaptasi ilmu pertanian modern melalui pendidikan dan penulisan populer. Penelitian ini berkontribusi pada historiografi Indonesia kolonial dengan menempatkan tenaga ahli pertanian bumiputra sebagai aktor intelektual yang memiliki agensi dalam transfer pengetahuan, sekaligus menunjukkan relevansi pemikiran Kartowibowo sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal, khususnya di Blitar..

Kata Kunci : Indonesia kolonial; intelektual bumiputra; pendidikan pertanian; Raden Kartowibowo; sejarah lokal


Keywords


Colonial Indonesia; indigenous intellectuals; local history; agricultural education; Raden Kartowibowo

Full Text:

PDF

References


Abdullah, T. (2010). Sejarah lokal di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Adam, L. (2020). Cultivating power: Buitenzorg Botanic Garden and empire-building in the Netherlands East Indies, 1745–1917 (Doctoral dissertation, Northwestern University).

Afandi, A. N., Swastika, A. I., & Evendi, E. Y. (2020). Pendidikan pada masa pemerintah kolonial di Hindia Belanda tahun 1900–1930. Jurnal Artefak, 7(1), 21–30. https://doi.org/10.25157/ja.v7i1.3038

Algemeen Handelsblad voor Nederlandsch-Indië. (1936, June 30). Mutaties Ekonomische Zaken.

Aswati, Basri, L. O. A., Fatma, Burhan, F., & Hisna. (2023). Sosialisasi pengenalan sejarah lokal dalam upaya menumbuhkan minat sejarah di SMA Negeri 2 Konawe Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.33772/98ccbh30

Burke, P. (2001). Sejarah dan teori sosial. Yayasan Obor Indonesia.

Chalimi, I. R. (2024). Problematika pembelajaran bermuatan materi sejarah lokal. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 2091–2102. https://doi.org/10.58230/27454312.432

Dewantara, K. H. (1967). Bagian pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Directeur van Landbouw, Nijverheid en Handel. (1913). Besluit betreffende benoeming van Raden Kartawibawa als aspirant-Inlandsch landbouwleeraar (No. 3119) [Dokumen arsip tidak diterbitkan]. Koleksi Keluarga Kartowibowo.

Directeur van Landbouw, Nijverheid en Handel. (1922). Besluit betreffende terbeschikkingstelling van Raden Kartowibowo voor landbouwonderwijs (No. 4658/D) [Dokumen arsip tidak diterbitkan]. Koleksi Keluarga Kartowibowo.

Fadlurrahman, M. G. H., & Kanumoyoso, B. (2023). Institusi ’s Lands Plantentuin Buitenzorg menjadi Departement van Landbouw dalam visi Treub. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 7(1), 39–50. https://doi.org/10.17509/historia.v7i1.68260

Federspiel, H. M. (2021). Indonesian education: Colonial roots and contemporary challenges. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003158496

G. Kolff & Co. (1941). Brief aan R. Kartawibawa betreffende drukproef "Kyai Oepas" [Surat tidak diterbitkan]. Koleksi Keluarga Kartowibowo.

Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië. (1909, June 28). Gouvernementsdienst Inlandsche Rechtbanken.

Ismail, A. S., Azili, N. S., Taufik, F. A., Esa, E. M., & Ashar, A. A. (2020). Public facilities preference of youth residents in low-cost housing flats towards sustainable living. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(2), 1950–1971. https://doi.org/10.37200/IJPR/V24I2/PR200496

Karima, E. M., Firza, & Abianza, E. (2023). Pendidikan karakter melalui kisah tokoh sejarah lokal dalam Kurikulum Merdeka. Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan, 4(1), 58–65. https://doi.org/10.51190/jazirah.v4i1.101

Kartodirdjo, S. (1992). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Gramedia Pustaka Utama.

Kartowibowo, R. (1919). Babad Sekola Tani Wonoredjo (Samboengan ke-2). Boedi-Karjo.

Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.

Kuwoto, M. A., & Saputra, E. (2024). Memotret pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah lokal: Upaya membangkitkan semangat nasionalisme. Jurnal Artefak, 11(1), 1–14. https://doi.org/10.25157/ja.v11i1.10271

Madyan, M., Nada, N., Fitri, F., Mery, M., & Fahria, F. (2025). Perbandingan historis sistem pendidikan kolonial Belanda dan pendidikan Indonesia masa kini. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(4), 856–862. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i4.1711

Mareta, Y., & Jamil, R. N. (2022). Pembelajaran sejarah lokal: Enkulturasi berpikir kritis. Tarikhuna: Journal of History and History Education, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.15548/thje.v4i1.4591

Meilania, M., & Febrianti, H. (2019). Pelestarian Candi Muaro Jambi sebagai benda cagar budaya dan pariwisata di Provinsi Jambi. Journal V-Tech (Vision Technology), 2(1), 99–109. https://doi.org/10.35141/jvt.v2i1.509

Mohamad, S., Hasan, R., & Wantu, A. (2024). Optimalisasi peran museum sebagai sumber pelestarian budaya dalam pembelajaran sejarah lokal di sekolah. Sosiologi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 1(3), 197–202. https://doi.org/10.37905/sjppm.v1i3.147

Murtadhi, M. R. A., & Purwaningsih, S. M. (2018). Rampogan macan di Kediri tahun 1890–1925. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah, 6(2), 307–316.

Prasetya, F. E., & Ridhoi, R. (2025). Karel Holle dan modernisasi pengetahuan pertanian Sunda abad XIX: Potensinya sebagai sumber belajar sejarah berwawasan lingkungan. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 9(3), 424–440. https://doi.org/10.29408/fhs.v9i3.30965

Putri, T. A. E., Titasari, C. P., & Srijaya, I. W. (2024). Landasan filosofis arsitektur Wisma Kartowibowo Kota Blitar, Jawa Timur. Jurnal Arsitektur ARCADE, 8(2), 163–170. https://doi.org/10.31848/arcade.v8i2.3447

Sofiani, Y., & Nurfadillah, C. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal dalam biografi Bupati R.A.A. Kusumadiningrat (1839–1886) sebagai sumber belajar sejarah. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 3(2), 155–166. https://doi.org/10.17509/historia.v3i2.24049

Solikhah, M. R. (2023). Pendekatan sejarah dalam penelitian pendidikan. Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 3(2), 79–102. https://doi.org/10.53515/tdjpai.v3i2.63

Sukmana, W. J. (2021). Metode penelitian sejarah (Metode sejarah). Seri Publikasi Pembelajaran, 1(2), 1–4.

Sulton, B. Y. W., & Utami, P. S. (2019). Transformasi cerita tokoh Bujang Ganong melalui bentuk dramatik Wayang Golek Reyog Ponorogo sebagai media penanaman karakter cinta tanah air. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran. https://seminar.umpo.ac.id/index.php/SNPP2019/article/view/342/338

Syahbuddin. (2018). Involusi pertanian di Jawa 1830–1900 dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat desa. Jurnal Pendidikan IPS, 8(1), 11–20. https://doi.org/10.37630/jpi.v8i1.113

Syahputra, M. A. D., Sariyatun, & Ardianto, D. T. (2021). Peranan penting sejarah lokal sebagai objek pembelajaran untuk membangun kesadaran sejarah. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(1), 85–94. https://doi.org/10.17509/historia.v4i1.27035

Utari, S. D., Agustin, M. L., Dzikri, A. M., & Ayundasari, L. (2021). Perancangan aplikasi virtual reality cagar budaya untuk pembelajaran sejarah lokal. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(2), 103–114. https://doi.org/10.17509/historia.v4i2.25741

Wijayanti, Y. (2017). Peranan penting sejarah lokal dalam kurikulum di sekolah menengah atas. Jurnal Artefak, 4(1), 53–60. https://doi.org/10.25157/ja.v4i1.735

Zuriatin, Nurhasanah, & Nurlaila. (2021). Pandangan dan perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam memajukan pendidikan nasional. Jurnal Pendidikan IPS, 11(1), 48–56. https://doi.org/10.37630/jpi.v11i1.442




DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v9i1.98222

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah 


INDEXED

  

 

TOOLS

     

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Alamat Redaksi: Gedung Numan Soemantri, FPIPS UPI, Departemen Pendidikan Sejarah, Lantai 2, Jl. Dr. Setiabudhi No 229 Bandung, 40154

 

View "Jurnal Historia" Stats