PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAPLIKASIKAN KONSEP FISIKA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN NYATA

Andi Suhandi

Abstract


Telah dilakukan penelitian eksperimen tentang ujicoba penggunaan model pembelajaran kontekstual pada pembelajaran materi Gaya dan Hukum Newton untuk menjajagi efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep pada konteks kehidupan nyata. Model pembelajaran kontekstual yang digunakan memiliki lima tahapan yaitu Fase 1, Orientasi siswa pada persoalan kontekstual yang relevan; Fase 2, Demonstrasi untuk mengenalkan konsep dan besaran-besaran fisis yang terlibat dalam fenomena yang ditinjaui; Fase 3, Praktikum secara inkuiri dengan setting kooperatif menggunakan panduan LKM MPK; Fase 4, Penjelasan fenomena alam yang disajikan pada fase 1 dan perluasan pada fenomena yang lain; Fase 5, Refleksi, penguatan dan tindak lanjut kegiatan. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa-siswi kelas VIII pada salah satu SMP di kabupaten Garut dengan menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-posttest. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA Fisika lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep dibanding penggunaan model pembelajaran konvensional.

Keywords


model pembelajaran kontekstual; kemampuan aplikasi konsep; gaya dan hukum Newton

Full Text:

PDF

References


Billett, S. (1996) Learning through work, in: H. Rainbird, A. Fuller & A. Munro (Eds) Workplace Learning in Context (London, Routledge).

Crawford, L. M. (2001). Teaching contextually: Research, rationale, and techniques for improving student motivation and achievement. Texas: CCI Publishing, Inc.

Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Jakarta: Depdiknas.

Hake, R. R., (1998), Interactive-Engagement Versus Tradisional Methods : A SixThousand-Student Survey of Mechanics Tes Data For Introductory Physics Course, Am. J. Phys. 66 (1) 64-74

Haury, David L. (1993). Teaching science through inquiry. ERIC/CSMEE Digest, Columbus, Ohio.

Hinrichsen, J., Peixotto, K., (1999) Science Inquiry Model Validation Study, Northwest Regional Educational Laboratory.

Johnson, B. E. (2002). Contextual teaching and learning: why it is and why it is here to stay. California: Sage Publications Ltd..

Lawson, A. (1995). Science Teaching and the Development of Thinking. Belmont, CA: Wadsworth Publishing Co.Mayers, P., Csikszentmihalyi, M., & Larson, R. (1978). The daily experience of high school students. Paper presented at the annual meeting of the American Educational Research Association, Toronto.

Morgendoller, (2000). Effectiveness of different course component in driving gains in conceptual understanding, Cambridge, Internal report, Departement of Physics at MIT [on-line] URL : http://torrseal.mit.edu/effedtech/

Nurhadi (2002), Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning), Jakarta, Depdiknas : Dirjen Dikdasmen




DOI: https://doi.org/10.18269/jpmipa.v4i2.35640

DOI (PDF): https://doi.org/10.18269/jpmipa.v4i2.35640.g15148

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengajaran MIPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JPMIPA http://ejournal.upi.edu/index.php/jpmipa/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) or Journal of Mathematics and Science Teaching 

All rights reserverd. pISSN 1412-0917 eISSN 2443-3616

Copyright © Faculty of Mathematics and Science Education (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

 

View JPMIPA Stats