ANALISIS KOMPETENSI GURU BIOLOGI SMA YANG SUDAH LULUS SERTIFIKASI DI KOTA MEDAN

Retnita Ernayani Lubis, Ely Djulia, Hasruddin Lubis

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati profesional, kompetensi kepribadian, sosial, dan pedagogik guru biologi bersertifikat sesuai dengan Permendiknas No 16, 2007. Seperti banyak guru biologi 224 yang telah lulus sertifikasi di Kecamatan Medan terlibat sebagai populasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, lembar penilaian RPP, lembar penilaian set mahasiswa, guru dan siswa kuesioner selama delapan guru biologi. Dalam penelitian ini, data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan persentase. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial guru biologi telah sesuai dengan Permendiknas No 16, 2007. Pada dasarnya, guru biologi mampu menyusun rencana pelajaran dengan baik, total rata-rata untuk RPP guru biologi dalam aspek penilaian X ̅ (2.81 ± 1.33). Selain bahwa nilai rata-rata aspek penilaian tertinggi X ̅ (4,29 ± 0,76) dalam aspek penilaian merumuskan masalah dan nilai rata-rata aspek penilaian terendah X ̅ (1,86 ± 1,07) dalam aspek penilaian skenario pembelajaran detail. Kemudian, dalam penilaian siswa menetapkan total rata-rata dari penilaian aspek X ̅ (3.02 ± 1.29). Disamping itu rata-rata penilaian siswa set dalam aspek penilaian tertinggi X ̅ (4.00 ± 1.26). Dalam aspek penilaian, perumusan setiap pertanyaan menggunakan kata-kata / kalimat yang menyebabkan makna ganda dan rata-rata aspek penilaian terendah X ̅ (1,33 ± 0,51) dalam aspek penilaian kejelasan kriteria penilaian yang dijelaskan dalam set penilaian. Hasil observasi pembelajaran di kelas yang menunjukkan rata-rata total guru biologi dalam penilaian aspek X ̅ (3,60 ± 1,13). Disamping itu rata-rata aspek tertinggi penilaian X ̅ (4,25 ± 1,38) dalam aspek penilaian pra-belajar dan rata-rata aspek penilaian terendah X ̅ (3.00 ± 1.06) dalam aspek penilaian proses dan hasil pembelajaran dan X ̅ (3,00 ± 1,30 ) dalam aspek penilaian penutupan-learning. Penilaian Hasil dari coleages menunjukkan bahwa kompetensi pribadi dan sosial guru biologi yang telah lulus sertifikasi baik dan dalam kuesioner siswa menunjukkan hasil yang baik juga. Dalam kompetensi personal, total rata-rata aspek penilaian X ̅ (4.11 ± 0.50) dalam kuesioner guru dan kompetensi sosial, total rata-rata aspek penilaian X ̅ (4.01 ± 0.51) dalam kuesioner guru. Penelitian ini berimplikasi untuk pentingnya pembangunan berkelanjutan bagi guru biologi bersertifikat.

ABSTRACT

This study aims to observe the professional, personal, social, and pedagogic competence of certified biology teacher in accordance with Permendiknas No. 16, 2007. As many as 224 biology teachers who have passed certification in District Medan were involved as population in this study. Data were collected by using observation sheet, assessment sheet of lesson plan, assessment sheet of student sets, teacher and student questionnaire for eight biology teachers. In this study, data were analyzed in qualitative descriptive by using the percentage. The results show that professional, pedagogic, personal, and social competence of biology teachers have been accordance with Permendiknas No. 16, 2007. Basically, the biology teachers were able to draw up lesson plans well, the total average for lesson plan of biology teacher in assessment aspects X ̅ (2.81±1.33). Beside that the average value of highest assessment aspect X ̅ (4.29±0.76) in assessment aspect of formulating problem and the average value of lowest assessment aspect X ̅ (1.86±1.07) in assessment aspect of detail learning scenario. Then, in student assessment sets the total average of assessment aspect X ̅ (3.02±1.29). Beside that the average of student assessment sets in highest assessment aspect X ̅ (4.00±1.26). In assessment aspect, formulation of each question use words/sentences which cause double meaning and the average of lowest assessment aspect X ̅ (1.33±0.51) in assessment aspect of clarity criteria assessment which described in assessment sets. The learning observation result in class show that the total average of biology teacher in assessment aspect X ̅ (3.60±1.13). Beside that the average of highest assessment aspect X ̅ (4.25±1.38) in pre-learning assessment aspect and the average of lowest assessment aspect X ̅ (3.00±1.06) in assessment aspect of process and learning outcomes and X ̅ (3.00±1.30) in assessment aspect of closing-learning. The assessment result from coleages show that personal and social competence of biology teachers who have passed certification is good and in student questioner shows good result too. In personal competence, the total average of assessment aspect X ̅ (4.11±0.50) in the teacher questioner and in social competence, the total average of assessment aspect X ̅ (4.01±0.51) in the teacher questioner. This study implicates for the importance of sustainable development for certified biology teachers.


Keywords


guru biologi; kompetensi kepribadian; kompetensi pedagogik; kompetensi profesional; kompetensi sosial; sertifikasi; biology teacher; certification; pedagogic competence; personal competence; professional competence; social competence

Full Text:

PDF

References


Aguele, L.I dan E.O. Imhanlahimi. 2006. Comparing Three Instruments for Assessing Biology Teachers’ Effectiveness in the Instructional Process in Edo State, Nigeria. J. Soc. Sci., 13(1): 67-70.

Anggraeni, S, Any A, Yanti H, Yayan S, dan Hernawati. 2007. Sudahkah Calon Guru Biologi Menerapkan Hakekat Sains Dalam Pembelajaran Biologi ?. Bandung : FMIPA-UPI.

Anggraeni, S. 2006. Sudahkan Calon Guru Biologi Merencanakan Pembelajaran Biologi yang Sesuai dengan Hakekat Sains ?. Bandung : FMIPA-UPI.

Abdulhak, I. 2008. Metodologi Pembelajaran pada Pendidikan Orang Dewasa. Bandung : Penerbit Cipta Intelektual.

Anonim. 2007. Kementrian Pendidikan Nasional penetapan perguruan tinggi Penyelenggara sertifikasi bagi guru dalam jabatan.

Anonim. 2010. Renstra Departemen Pendidikan Nasional tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2010-2014.

Anonim. 2005. Renstra Departemen Pendidikan Nasional tentang Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang Tahun 2005-2025.

Anonim. TT. Metode PI Ekonomi: Teknik Pengukuran Skala. (Online). (http://www.google.co.id/search?q=Metode PI Ekonomi%3A Teknik Pengukuran Skala, diakses 25 Pebruari 2012).

Nurhayati, B. 2006. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme dan Kinerja Guru Biologi di SMAN Kota Makassar Sulawesi Selatan. Journal No. 4/XXV/2006.

Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Penilaian Kinerja Guru. Kompetensi Evaluasi Pendidikan 04 – B3 Pengawas Sekolah Pendidikan Menengah.

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU).

Gultom, S. 2012. Kebijakan Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hendri, J. 2009. Riset pemasaran. Universitas gunadarma. (Online). (http://www.google.co.id/search?q=Metode PI Ekonomi%3A Teknik Pengukuran Skala, diakses 25 pebruari 2012).

Kunandar. 2007. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Ktsp) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Jakarta : Rajawali Press.

Kartowagiran, B. 2011. Kinerja Guru Profesional (Pasca Sertifikasi). Yogyakarta : Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Mappa, S dan Anisah B. 2008. Teori Belajar Orang Dewasa. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nurdin, S dan B. Usman. 2003. Guru Profesional Dan Implementasi Kurikulum. Jakarta : PT INTERMASA.

Peraturan Mentri Pendidikan Republik Indonesia No 14 Tahun 2007 Tentang Guru Dan Dosen. 2007. Jakarta.

Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru. 2007. Jakarta.

Peraturan Menteri Pendidikan Republik Indonesia No 18 Tahun 2007 Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan. 2007. Jakarta.

Subali, B. 2010. Penilaian, Evaluasi Dan Remediasi Pembelajaran Biologi. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Triyono, M.B, Badrun K, Heri R. TT. Evaluasi Kinerja Guru Profesional. Acc in 14-01-2012.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta.

Usman, M.U. 2002. Menjadi Guruprofesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Widoyoko, E.P.TT. Analisis Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa. (Tidak dipublikasi)

Yamin, H.M. 2009. Sertifikasi Profesi Keguruan Di Indonesia. Jakarta: GP Press.

Yasa, A dan I Putu. 2009. Hubungan Kepuasan Kerja Guru Dan Motivasi Kerja Guru Pada Sekolah Menengah Atas Swasta Di Negara. Jurnal Volume 2 Tahun 2009.

Yilmaz, A. 2011. Quality problem in teaching profession: Qualities teacher candidates feel to be required of teachers. Educational Research and Reviews Vol. 6(14), pp. 812-823, 12 October, 2011

Yusnadi. TT. Pendidikan Orang Dewasa. Medan : Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.




DOI: https://doi.org/10.18269/jpmipa.v18i1.36114

DOI (PDF): https://doi.org/10.18269/jpmipa.v18i1.36114.g15495

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengajaran MIPA

JPMIPA http://ejournal.upi.edu/index.php/jpmipa/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) or Journal of Mathematics and Science Teaching 

All rights reserverd. pISSN 1412-0917 eISSN 2443-3616

Copyright © Faculty of Mathematics and Science Education (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

 

View JPMIPA Stats