PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS SISWA SMP

Fitha Yuniarita

Abstract


ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan keterampilan generik sains siswa sebagai akibat dari penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing. Metode yang digunakan adalah pra eksperimen dengan "satu kelompok desain pretest - posttest" yang diberikan kepada 32 siswa dari kelas 8 dari siswa SMP di Sungailiat Bangka Belitung. Instrumen penelitian yang digunakan adalah model implementasi lembar observasi, hasil tes keterampilan generik sains dalam bentuk tipe pilihan ganda tes tertulis terkait dengan konsep pembiasan cahaya, dan respon angket guru dan siswa tentang pelaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan generik sains. Rata-rata gain yang dinormalisasi adalah 0,33 (kategori menengah). Rata-rata tertinggi dari normalisasi gain kelas eksperimen <g> dalam pengamatan langsung dari indikator di 0,38, dan indikator yang konsisten kerangka logis dari 0,34. Sementara indikator simbolik bahasa di 0,31, dan kesadaran indikator skala 0,28, dan pemodelan matematika indikatornya adalah 0,25. Hasil analisis data kuesioner menunjukkan bahwa hampir semua siswa memberikan umpan balik untuk menyetujui penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing.

ABSTRACT

The purpose of this study was to obtain an overview of generic science skills’s enhancement students as a result of the application of guided inquiry learning. The method used was pre experiment with “one group pretest-posttest design” that was administered to 32 students from 8th grade of junior high school student in Sungailiat Bangka Belitung. The research instrument used were implementation model observation sheet, the test result of generic science skills in the form of multiple choice type written test related to the concept of light refraction, and questionnaire respons of teachers and students about implementation of learning. The results showed that guided inquiry learning can enhance the generic science skills. The average of normalized gain is 0.33 (intermediate category). The highest average of normalized gain experiment class <g> in direct observation of the indicator at 0.38, and the logical framework consistent indicator of 0.34. While the symbolic language indicator at 0.31, and the awareness of the indicators of the scale of 0.28, and the mathematical modeling of the indicator is 0.25. The results of the questionnaire data analysis showed that almost all students provide feedback to agree to the application of guided inquiry learning.


Keywords


keterampilan generik sains; pembelajaran inkuiri terbimbing; refraksi cahaya; generic science skills; guided inquiry learning; refraction of light

Full Text:

PDF

References


BNSP. (2006). Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Darliana. (2006). Kompetensi Generik IPA. dalam P4tkipa [online], tersedia p4tkipa.org [23 November 2008].

Klausner, R.D. (Cahir). (1996). National Science Education Standard. Washington DC: National Academy Press.

Liliasari. (2005). Membangun Keterampilan Berfikir Manusia Indonesia Melalui Pendidikan Sains. Naskah Pidato Ilmiah pada Pengukuhan Guru Besar Pendidikan IPA UPI, Bandung. 23 November 2005

Liliasari. (2007). Scientific Concept and Generic Skill Relationship In The 21st Century Science Education. Makalah pada In thr 1st International Seminar of Science Education, Bandung.

Marzuki. (2010). Program Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Generik Sains Siswa Sekolah Menengah Pertama sebagai Upaya Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Megadomani, A. (2011). Model Pembelajaran Inkuiri Laboratorium Terbimbing untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Generik Sains Siswa SMA pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Tesis Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Pujani, N.M. (2011). Pembekalan Keterampilan Laboratorium IPBA Berbasis Kemampuan Generik Sains Bagi Calon Guru. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Rahman, T. et al. (2007). Peran Praktikum dalam Membekali Kemampuan Generik pada Calon Guru”. Makalah pada Seminar Internasional Pendidikan IPA I SPs UPI, Bandung.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syam. (2007). Praktikum Inkuiri. Makalah/bahan kuliah tidak dipublikasikan. Bandung: SPs. UPI.




DOI: https://doi.org/10.18269/jpmipa.v19i1.36163

DOI (PDF): https://doi.org/10.18269/jpmipa.v19i1.36163.g15537

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pengajaran MIPA

JPMIPA http://ejournal.upi.edu/index.php/jpmipa/index is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Jurnal Pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA) or Journal of Mathematics and Science Teaching 

All rights reserverd. pISSN 1412-0917 eISSN 2443-3616

Copyright © Faculty of Mathematics and Science Education (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

 

View JPMIPA Stats