PEMBINAAN KEAGAMAAN BAGI SANTRI WARIA DI PESANTREN AL-FATAḤ KOTAGEDE YOGYAKARTA

Yulinda Nurul Yulistiani, Aceng Kosasih, Wawan Hermawan

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebagian individu yang merasakan ketidaksamaan dalam pemberian sikap masyarakat terhadap dirinya sendiri. Inilah yang terjadi pada waria. Fenomena kaum waria merupakan suatu paparan nyata yang tidak dapat ditolak eksistensinya di masyarakat. Dewasa ini, perilaku waria seringkali menyimpang dari ajaran agama Islam, oleh karena itu waria membutuhkan pembinaan keagamaan agar waria meninggalkan perilaku buruk yang selama ini ditampakkan. Pembinaan keagamaan di pesantren bagi santri waria hanya ada satu di Indonesia yaitu, Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Pesantren Al-Fataḥ membina banyak waria di dalamnya agar menjadi manusia lebih baik dan terarah. Keberlangsungan pembinaan keagamaan bagi waria ini menarik untuk diteliti. Pada penelitian ini yang diteliti adalah pembinaan keagamaan yang terdapat di pesantren tersebut. Oleh karena itu, pokok permasalahan dari penelitian ini yaitu tentang bagaimana pembinaan keagamaan bagi santri waria di Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Adapun tujuan pokoknya yakni untuk mengetahui lebih dalam proses pembinaan keagamaan di Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Kemudian, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil temuan dari penelitian di pesantren ini yaitu perencanaan yang terdapat di Pesantren Al-Fataḥ dilakukan dengan cara berdiskusi antara pengurus dan para ustāż. Kegiatan yang dilaksanakan di Pesantren Al-Fataḥ terbagi menjadi tiga yaitu kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, dan kegiatan tahunan. Pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan secara rutin ini telah berhasil membuat perubahan dalam diri waria dari segi ibadah, tingkah laku dan profesi, adanya pesantren waria tersebut memberikan sumbangsih kepada masyarakat.

Keywords


Pembinaan Keagamaan; Pesantren Waria

References


Arifin, M. (1976). Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Arifin, M. (1982). Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama. Jakarta: Golden Terayon.

Basrowi, & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif . Jakarta: Rineka Cipta .

Damopolii, M. (2011). Pesantren Modern IMMIM: Pencetak Muslim Modern. Jakarta: Rajawali Pers.

Darajat, Z. (1982). Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental. Jakarta: Bulan Bintang.

Fattah, N. (2009). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Gafur, A. (1978). Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda. Jakarta: Sekretariat Menteri Muda Urusan Pemuda Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Jevuska. (2012, September 30). Artikel kedokteran, Blog, Sosial Media, Tutorial, dan Berita. Dipetik Juni 6, 2014, dari Definisi Transgender, Asal usul, dan Perubahan Gender: http://www.jevuska.com/2012/09/30/perubahan-gender-asal-usul-dan-definisi-transgender/

Juwandi. (2009). Makna Agama dalam Perspektif Hidup Waria pada Komunitas Pengajian Hadrah Al-Banjari Waria Al-Ikhlas Surabaya. FPSI Universitas Mercubuana Yogyakarta.

Mastuhu. (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian Tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Mujid, A., & Mudzakkir, J. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Nasih, A. M., & Kholidah, L. N. (2013). Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung: Refika Aditama.

Qomar, M. (2010). Pesantren Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlanggga.

Rahmawati, A. (2001). Pembinaan bagi Tunanetra di YAKETUNIS. Yogyakarta: Skripsi Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ramayulis. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Ramayulis. (2012). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Rif'ani, N. K. (2015). Dahsyatnya Mendidik Anak Gaya Rasulullah. Yogyakarta: Semesta Hikmah.

Satori, D., & Komariah, A. (2013). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Stavia, J. (2013, Juni Minggu). Psikologi Universitas Bunda Mulia. Dipetik Juni Kamis, 2014, dari

Transgender: http://psikologiubm.blogspot.com/2013/06/transgender.html

Sudjana. (1992). Pengantar Manajemen Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Nusantara Press.

Sudjana. (2010). Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syah, D. (2007). Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Gaung Persada Press.

Syahidin. (2009). Menelusuri Metode Pendidikan Dalam Al-Quran. Bandung: Alfabetha.

Tafsir, A. (2012). Ilmu Pendidikan Islami. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yash. (2003). Transseksualisme (Sebuah Studi Kasus Perkembangan Transseksual Perempuan ke Laki-Laki. Semarang: Penerbit AINI.




DOI: https://doi.org/10.17509/t.v1i1.3764

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by:

           

          

 

 

TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education  is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.