The Contribution of Islamic Family Education and School Religious Culture to Students’ Emotional Intelligence in Islamic Junior High Schools (SMP/MTs)
Abstract
This study is motivated by the importance of enhancing students’ emotional intelligence, which is influenced by family and school environments, although previous findings remain inconsistent. The purpose of this research is to examine the contribution of perceived Islamic family education and school religious culture to students’ emotional intelligence in Islamic junior high schools (SMP/MTs). A mixed-methods approach with an embedded design was employed, involving 200 respondents selected through non-random sampling. Quantitative data were analyzed using multiple linear regression, while qualitative data were used to enrich interpretation. The findings reveal that Islamic family education and school religious culture significantly contribute to emotional intelligence, with a significance value of 0.000 < 0.05 and an R² of 0.450. School religious culture shows a stronger contribution compared to family education. The study concludes that strengthening religious-based school environments plays a crucial role in shaping students’ emotional intelligence and provides implications for character education development in schools.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kecerdasan emosional peserta didik yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan sekolah, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang belum konsisten. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi persepsi pendidikan Islam dalam keluarga dan budaya religius sekolah terhadap kecerdasan emosional siswa SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain embedded, melibatkan 200 responden yang dipilih secara non-random sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan regresi linear berganda, sedangkan data kualitatif digunakan untuk memperdalam interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam dalam keluarga dan budaya religius sekolah berkontribusi signifikan terhadap kecerdasan emosional dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan R² sebesar 0,450. Budaya religius sekolah memiliki kontribusi lebih dominan dibandingkan faktor keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan lingkungan sekolah berbasis nilai religius berperan penting dalam membentuk kecerdasan emosional peserta didik serta memberikan implikasi bagi pengembangan strategi pendidikan karakter di sekolah.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Afifah, M., Maretta, A., Kusumaning, A., & Sosroatmodjo, B. (2021). Problematika Remaja Sebagai Generasi Penerus Bangsa. Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 37–40. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/view/10775%0Ahttps://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/download/10775/6073
Agustian, A. G. (2001). Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual. Penerbit Arga.
Al-Ghazali, I. (2014). Mukhtasar Ihya Ulumuddin (Penerjemah: Achmad Sunarto (Ed.); 1st ed.). Darul Fikri, Bairut.
Anak, K. P. (2023). Tabulasi Data Kasus Perlindungan Anak Tahun 2023. KPAI.
Anwar, A. F., Suryani, Y., & Malik, A. (2023). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Al-Hasanah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 142–154.
Asrika, G. P., & Sumbogo, S. B. (2021). Studi Kasus Fenomena Balap Liar Kalangan Remaja Komunitas GP25 di BSD Kota Tangerang Selatan. Jurnal Anomie, 3(3), 151–160. https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/index.php/anomie/article/download/507/256
Daradjat, Z. (1995). Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah (II). CV Ruhama.
dkk., Putri Mukhlisa. (2024). Kecerdasan Emosional/Emotional Intelligence (EQ). Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Dan Sosial Humaniora, 02(01), 1–13.
Ernilah, E. (2022). Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Teman Sebaya Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Kontekstual, Vol. 3(02), 02.
Fathurrahman. (2025). Wawancara Terbimbing dengan Guru PAI Mumtaza Islamic Junior High School.
Fathurrohman, M. (2015). Budaya Religius Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (1st ed.). Kalimedia.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.
Goleman, D. (2024). Emotional Intelligence (T. Hermaya (Ed.); V). Gramedia Pustaka Utama.
Hidayat, M. I. (2021). Analisis Data Penelitian dengan SPSS (1st ed.). Penerbit Deepublish.
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan) (Ridwan Max Sijabat (Ed.)). Penerbit Erlangga.
John D. Creswell, J. W. J. D. C. dan. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. (5th ed.). Sage Publications.
Kadir. (2018). Statistika Terapan (IV). PT RajaGrafindo Persada.
Kemendikdasmen, J. (2025). Portal Data Pendidikan; Jumlah Peserta Didik di Kota Tangerang Selatan. Portal Data Pendidikan. https://data.kemendikdasmen.go.id/data-induk/pd/280000/286300
Konstitusi, M. (2015). Modul Pancasila: Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara. Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi Indonesia.
Mamat, S. (2016). Tahap Kecerdasan Emosi Dalam Kalangan Remaja Di Kolej Universiti Islam Melaka. Malaysian, Journal of Social Science, 01(Sains Sosial), 115–136.
Mind, F. of. (2022). Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) Teori Dalam Praktik Howard Gardner (Lyndon Saputra (Ed.)). Binarupa Aksara Publihser.
Muhaimin. (2001). Paradigma Pendidikan Islam. PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad, N. (2023, November 29). Ada 971 Kasus Bunuh Diri sampai Oktober 2023, Terbanyak di Jawa Tengah. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/10/18/ada-971-kasus-bunuh-diri-sampai-oktober-2023-terbanyak-di-jawa-tengah
Nasihin, M. I. (2020). Pengaruh Pendidikan Keluarga dan Budaya Religius Sekolah Terhadap Kecerdasan Spiritual Peserta Didik di MA Pembangunan Syarif Hidayatullah Jakarta.
Nasional, S. P. (2006). Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Citra Umbara.
Peraturan Permendikbudristek. (2023). 46.
Prawitasari, J. E. (1998). Kecerdasan Emosi. Buletin Psikologi, 02(01), 1–11.
Rini, W. M., Ramadhina, W. O., Adabi, A. H., & Anshori, M. I. (2025). Emotional Intelligence & Digital Leadership: Mengapa Kecerdasan Emosional Tetap Penting Di Era Ai. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 211–227.
Rohman, M. dan H. (2018). Konsep Tujuan Pendidikan Islam Perspektif Nilai-Nilai Sosial Kultural. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 22.
Santrock, J. W. (2015). Psikologi Pendidikan (Penerjemah: Tri Wibowo B.S. (Ed.); 2nd ed.). Kencana.
Setyaningrum, R., Utami, H. N., & Ruhana, I. (2016). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja. Jurnal Administrasi Bisnis, 36(1).
Setyawan, A. A. (2018). Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMK Kansai Pekanbaru. JPPM, 11(01), 1–8.
Syahruddin, N., Utari, D. M., & Effendi, L. (2023). Keterpaparan Pornografi Terhadap Perilaku Seks Remaja SMPN di Kota Tangerang Selatan. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(1), 311. https://doi.org/10.33143/jhtm.v9i1.2820
Tafsir, A. (2004). Metodologi Pengajaran Agama Islam. PT Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. . (2002). Membenahi Pendidikan Nasional (1st ed.). Rineka Cipta.
Undang - Undang Republik Indonesia No. 52. (2009). Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Zulfitria, Z., Efendi, Y., Wathoni, M., Nurbojatmiko, N., & Arif, Z. (2024). Teknologi Artifical Intelligent Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional. Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan, 6(1).
DOI: https://doi.org/10.17509/t.v13i1.89097
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Indexed by:
TARBAWY: Indonesian Journal of Islamic Education is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







