KARAKTERISASI DIETARY FIBER DAN SIRUP GULA HASIL KONVERSI ONGGOK MELALUI PERLAKUAN ASAM DAN PANAS

Yanuar Sigit Pramana, Titi Candra Sunarti, Purwoko Purwoko

Abstract


Ketersediaan onggok yang melimpah di Indonesia serta tingginya kandungan pati dan serat merupakan potensi onggok yang belum dimanfaatkan secara optimal. Proses konversi onggok menjadi dietary fiber dan sirup gula dapat meningkatkan nilai tambah secara signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik produk dietary fiber dan sirup gula yang dihasilkan dari proses konversi onggok, serta mengetahui pengaruh ukuran partikel dietary fiber terhadap karakteristik sifat fisikokimianya. Konversi onggok dilakukan dengan perlakuan asam dan panas. Dietary fiber yang dihasilkan mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari total dietary fiber 96-97%, kadar pati 2,7%, kadar abu 1,3% serta nilai water holding capacity 10,68-11,52 g/g dan oil holding capacity 3,44-3,72 g/g. Semakin kecil ukuran partikel dietary fiber, semakin besar nilai water holding capacity dan oil holding capacity. Sirup gula yang dihasilkan mempunyai reducing sugar 5,6%,total sugar 18,7%, dextrose equivalent 30 dan derajat polimerisasi 3,32. Jenis gula yang dihasilkan terdiri dari dekstrin 7,2%, maltosa 2,43%, glukosa 5,24%, dan arabinosa 0,79%. Dietary fiber yang dihasilkan dapat diaplikasikan sebagai pangan fungsional aditif dalam industri pangan (roti, sosis, dan pengganti lemak), sedangkan sirup gula dapat diaplikasikan untuk industri confectionary


Keywords


dietary fiber; sirup gula; onggok

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.