ANALISIS BEBAN KERJA GURU DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN STUDI KASUS DI SMP NEGERI KECAMATAN PAMATANG SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN

Dearlina Sinaga

Abstract


This study tries to analyze comprehensively how the actual workload of teachers
at least 24 (twenty four) hours of face to face and a maximum of 40 (forty) hours of
face-to-face made by the Government through policy workloads are at least 24
(twenty four) hours of face-to-face in a week , is a need for teachers to get
professional allowance educators as required by law - Act No. 20 of 2005. From the
calculation and analysis of data to be obtained (1) Workload teachers established by
Act No. 14 of 2005 on teachers and Lecturers is a minimum of 24 hours of face to
face and a maximum of 40 hours of face to face, not yet implemented in SMP
District of Pamatang Sidamanik (2) Not all teachers perform the core functions
optimally. As planned learning, implementing the learning, assessing learning
outcomes of students, conduct guidance and training and carry out additional tasks.
(3) In fulfillment of the workload of teachers, it is known that in general teachers
who have been teaching does not correspond to his academic background, where it
is not in accordance with the mandate of Law No. 14 of 2005.


Abstrak
Penelitian ini mencoba menganalisa secara komprenhensip bagaimana sesungguhnya beban kerja
guru minimal 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan maksimal 40 (empat puluh) jam tatap muka
yang ditetapkan Pemerintah melalui kebijakan Beban kerja minimal 24 (dua puluh empat) jam tatap
muka dalam seminggu, adalah suatu kebutuhan guru untuk mendapatkan tunjangan profesional
pendidik sebagaimana dipersyaratkan oleh Undang – undang No 20 tahun 2005. Dari hasil perhitungan
dan analisis data yang dilakukan diperoleh (1) Beban Kerja guru yang ditetapkan oleh Undang-undang
no 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen adalah minimal 24 jam tatap muka dan maksimal 40 jam
tatap muka, belum terlaksana di SMP Negeri Kecamatan Pamatang Sidamanik (2) Tidak semua guru
melakukan tugas pokoknya tersebut secara maksimal. Seperti merencanakan pembelajaran,
melaksanakan pembelajaran, melakukan penilaian hasil pembelajaran peserta didik, melakukan
bimbingan dan latihan dan melaksanakan tugas tambahan. (3) Dalam pemenuhan beban kerja guru,
diketahui bahwa pada umumnya guru yang telah mengajar tidak sesuai dengan latar belakang
akademisnya, dimana hal ini tidak sesuai dengan amanat UU No 14 tahun 2005.


Keywords


beban, kerja, guru, Method, Cooperative Learning, Jigsaw mode, Learning Outcomes

Full Text:

PDF

References


Agung, Iskandar (2012), “Strategi Penerapan Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan di

Sekolah”. Jakarta, Penerbit Bee Media Indonesia.

Arikunto, Suharsimi (2006), “Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik”.. Jakarta, PT. Asdi

Maha Satya.

Azis, F (2009), “Ensikolpedia Pendidikan”. Bekasi Timur, PT. Adi Aksara Abadi Indonesia.

Citta, Damma. (2007). Siapakah Guru?.

/2/2013].

Danim, Sudarwan (2011), “Pengembangan Profesi Guru”. Jakarta, Prenada Media Grup.

Depdiknas (2005),” Kamus Besar Bahasa Indonesia”. Jakarta, Balai Pustaka.

Depdiknas. (2009). Renstra Departemen Pendidikan Nasioanal 2010-2014. melalui

browse.com/renstra-depdiknas-2010-2014-status-17-sept-09-siapprint-pdf-d40519548>. [9/4/2013]

Djaelani, Bisri Mustofa (2010),“Etika dan Profesi Guru”. Jogjakarta, PT. Multi Kreasi Satu Delapan.

Hamalik, Umar (2001), “Proses Belajar Mengajar”. Bandung, PT. Bumi Aksara

Haerida. (…..). Asesment Otentik Mengahdapi Era Globalisasi. melalui 18/3/2013].

Jande, Karolus Pr. SKB Lima Menteri Menghebokan Dunia Pendidikan, melalui [8/4/2013]

Mulyasa (2008), “Standar Kompetensi Dan Sertifikasi Guru”. Bandung, PT. Remaja Rosda Karya Offset .

Napitupulu, Ester Lince. (2011). Beban Jam Mengajar Jangan Abaikan Kualitas. melalui

Kualitas>. [ 28/2/2013] .

Perez, Miguel Fernandez and S. Gopinantan (2003), “Krisis dalam pendidikan”. Jakarta, Balai Pustaka.

Rahardjo, Mudjia. (2010). Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif. melalui

com/artikel/215.html?task=view>[12/4/2013]

RED / CN37 / JBSM. (2012). 5.000 Guru di Jepang Derita Penyakit Mental. Melalui [ 28 /2/2013]

Sedarmayanti and Sarifuddin Hidayat (2002), “Metodologi Penelitian”. Bandung, CV. Mandar Maju.

Setyiosari, Punaji (2010), “Methode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan”. Jakarta, Kencana Prenada Media group.

Sugiyono. (2009), “Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D”. Bandung, Penerbit Alfabeta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.