MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN PRIBADI MATERI PSIKOLOGI REMAJA SISWA KELAS IXF SMP NEGERI 1 SUKARAJA KABUPATEN TASIKMALAYA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Wawan Ruswandi

Abstract


Bimbingan dan motivasi belajar yang diberikan secara khusus oleh guru kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar diarahkan untuk dapat mandiri, memiliki kepercayaan diri, sehingga lama kelamaan mereka akan dapat memecahkan masalahnya sendiri. Penelitian tindakan kelas ini mengambil subjek di kelas IXF SMP Negeri 1 Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 32 siswa. Nilai KKM (Standar Ketuntasan Minimal) dalam menjawab soal dan praktek tentang materi psikologi remaja diketahui rata-rata
kelas adalah 68,27. Simpulan akhir bahwa penguasaan materi mengalami permasalahan yakni siswa tidak mencapai ketuntasan minimal dalam memahami materi yang diajarkan. Nilai belajar siswa siswa pada observasi awal adalah 68,27 yang mengalami peningkatan pada tahapan I menjadi 71,88, meningkat lagi pada tahapan II menjadi 84,38 dan pada tahapan III naik lagi menjadi 84,55 yang sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar siswa siswa kelas IXF mengalami peningkatan setelah penerapan layanan bimbingan konseling pribadi. Disarankan untuk selalu memotivasi siswa belajar di rumah dan terus dilakukan penelitian lanjutan.

Abstrak

Guidance and motivation to learn are given specifically by the teacher to the students who have difficulty learning directed to be independent, to have confidence, so that over time they will be able to solve its own problems. This classroom action research subjects in class taking IXF SMP Negeri 1 Talbot Tasikmalaya regency totaling 32 students. KKM (Complete Standard Minimum) in answering questions and practices of the material known adolescent psychology class average was 68.27. The final conclusion that the mastery of experiencing the problems that students do not reach the minimum completeness understand the material being taught. The value of student learning on the students 'initial observation is 68.27 which is increased in stages I to 71.88, rose again in stage II became 84.38 and at stage III increased again to 84.55 so that it can be concluded that the students' class students IXF increased after the application of personal counseling services. It is advisable to always motivate students to learn at home and continued to do further research.


Keywords


Prestasi, belajar, bimbingan, pribadi, psikologi, remaja, siswa, Achievement, learning, guidance, personal, psychological, teenagers, students

Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur penelitian. Rineka Cipta, Jakarta. Latipun. (2006). Psikologi Konseling. Malang : UMM Press Makmun,

Abin S. (2007). Psikologi Kependidikan : Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Marat, S. & Siregar, J.R. Pengantar Psikologi Perkembangan. Bandung: Universitas Padjajaran. Natawijaya,

Rochman. (1987). Pendekatan-pendekatan dalam Penyuluhan Kelompok I. Bandung: CV. Diponegoro.

Nurihsan, A. Juntika. (2005). Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Refika Aditama.

Prayitno, & Anti, Erman. (1999). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.

Romlah, Tatiek. (2006). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri

Malang.

Sudirman, dkk. 1987. Ilmu Pendidikan. Remadja Karya, Bandung.

Sudjana, Nana. 1989. Teori-Teori Belajar Untuk Pengajaran. Lembaga Penerbit FE UI, Jakarta.

Sukaryana, I Wayan. 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Depdiknas Malang.

Sugiono. 2000. Model Penelitian Administrasi. IKAPI.

Surakhmad, Winarno. 1990. Pengantar Penelitian Ilmiah. Dasar, Model dan Teknik. Transito, Bandung.

Surya, Moh. 1985. Psikologi Pendidikan. Publikasi Jurusan Pendidikan dan Bimbingan. FIP. IKIP.

Yusuf, Syamsu LN, dan Juntika, A. (2005). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja

Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.