PEMBELAJARAN OLAH RAGA DENGAN MODEL KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR

Dudi Komaludin

Abstract


Salah satu tugas perkembangan anak adalah mengembangkan gerak dasar anak sesuai dengan usianya. Tujuan pendidikan jasmani yaitu mengembangkan kemampuan koordinasi gerak, menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan meningkatkan kesegaran jasmani. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan pada pembelajaran keterampilan gerak diperlukan model pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak. Salah satu model tersebut yaitu model pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkanya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen pada siswa SD Padasuka 1 dan 2. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, koefisien korelasi tersebut termasuk pada kategori hubungan yang sedang. Adapun t hitung (5,70) > t tabel (2,013). Jadi, pendidikan olah raga dengan model kontekstual memiliki hubungan erat terhadap peningkatan kemampuan gerak dasar.

 

One of the tasks of child development is to develop children's basic movements according to their age. The purpose of physical education is to develop the ability to coordinate movement, instill the values of sportsmanship, discipline, and improve physical fitness. To achieve the expected goals in the learning of motion skills a fun learning model is needed in accordance with the characteristics of the child. One such model is the contextual learning model. Contextual learning is a learning approach that emphasizes the process of full student involvement to be able to find the material being studied and relate it to real life situations so as to encourage students to be able to apply it in real life. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental research method in Padasuka 1 and 2 elementary students. Based on the Guildford interpretation guidelines, the correlation coefficient is included in the moderate relationship category. The t count (5.70)> t table (2.013). So, sports education with a contextual model has a close relationship with increasing basic mobility


Keywords


olah raga; model kontekstual; gerak dasar; sports; contextual models; basic motion

Full Text:

PDF

References


Agustin, Mubyar. (2012). Penguatan Pendidikan Karakter Pada Jenjang Pendidikan Dasar di Era Global. Bandung: Logoz Publishing.

Anggani, Sudono. (2000). Sumber Belajar dan Alat Permainan. Jakarta. Grasindo.

Aubrey, Carol. (2000). Early Chilhood Educational Research. London & New York.

Badan Standar Nasional Pendidikan. (2007). Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.

Beaty, Janice J. Observing Development of The Young Child. USA: Macmillan Publishing Company.

Brand, Betsy. (2003). Essentials of High School Reform: New Forms of Assessment and Contextual Teaching and Learning. Washington: American Youth Policy Forum.

Brewer, Jo An. (2007). Introduction To Early Childhood Education. Boston : Pearson Allyn And Bacon.

Budimansyah, Dasim. (2012). Perancangan Pembelajaran Berbasis Karakter. Bandung: Widya Aksara Press.

Creswell, john W. (2005). Educational Research. New Jersey: Pearson Education Inc.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Depdikbud. (1968). Lembaran Bimbingan. Dinas Pendidikan Prasekolah.

Depdikbud. (1989). Pedoman Guru Bidang Pengembangan Daya Cipta di Taman Kanak-kanak. Jakarta.

Depdikbud. (1989). Petunjuk Teknis Proses Belajar Mengajar di Taman Kanak-Kanak. Jakarta.

Depdikbud. (1992). Pedoman Penggunaan Alat Peraga Taman Kanak-kanak. Jakarta.

Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.

Depdiknas. (2008). Modul Pelatihan Praktik yang Baik. Jakarta.

Depdiknas. (2009). Modul Pelatihan Praktik yang Baik. Jakarta.

Depdiknas. (2009). Panduan dan Budaya Karakter Pendidikan Indonesia. Jakarta.

Depdiknas. (2010). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang standar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta.

Depdiknas. (2010). Visi Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD. Jurnal Vol.6 No.1. terakreditasi B oleh LIPI.Jakarta.

Depdiknas. (2011). Perspektif PAUD. Jurnal Vol.1.No.1. ISSN 2089-2012. Jakarta.

Depdiknas.(2007). Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta.

Dewey, John. (2002). Pengalaman dan Pendidikan. Alih Bahasa John de Santo. Yogyakarta: Kepel Press.

Dienstman, Ronald. (2013). Permainan untuk Latihan Motorik. America: Champaign.

Eliyawati, Cucu. (2005). Pemilkihan dan Pengembangan Sumber Belajar untuk Anak Usia Dini. Jakarta.

Fadlillah, Muhammad dan Lilif Mualifatu Khorida. (2013). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Jogjakarta: Ar-Ruzz media.

Gallahue, David L. (1952). Developmental Movement Experiences For Children, Canada, Published Simultaneously.

Gallahue, David L. (1982). Understanding Motor Development in Children, New York.

Giriwijoyo, Santosa. (2007). Pendidikan Olahraga.Bandung.

Graham, George. (2007). Children Moving, United States of America.

Hidayat, Yusuf. (2010). Pengantar Psikologi Olah Raga. Bandung: CV Bintang Warli.

http://a-rahayu.blogspot.com/2012/03/reformasi-penilaian-pada-pendidikan.html: diakses 17 Februari 2013.

http://geraksehat.wordpress.com/2007/10/15/pendidikan-jasmani-dan-olahraga-di-lembaga-pendidikan-bag-1/. Diunduh pada 20 Februari 2012, pukul 21.00 WIB.

Ismail, Andang. (2006). Education Games, Yogyakarta, Pilar Media.

Jacobson, Davis A, Paul Eggen, and Donald Kauchak. (2009). Methods for Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jame & Sally (2001) Research In Education A Conceptual Introduction. Longman. New York.

Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Jatmika, Yusef Nur. (2012). Ragam Aktivitas Harian untuk Playgroup. Jogjakarta: Diva Press.

Johnson, Elaine B. (2007). Contextual Teaching and Learning. Bandung: MLC.

Kesuma. Dharma dkk. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: Rosdakarya.

Komalasari, Kokom. (2011). Pembelajaran Kontekstual. Bandung:

Lickona, Thomas. (2012). Mendidik untuk Membentuk Karakter. Bandung: Rosdakarya.

Macintire Christine and McVitty Kim. (2004). Movement and Learning in the Early Years, London, Paul Chapman Publishing.

Madyawati, Lilis. (2012). Permainan dan Bermain 1. Magelang: Prenada.

Marilyn M. Buck, et.all (2007). Instructional Strategies, USA: Mc Graw Hill Publisher

Moeliono, Anton M, dkk. (1988). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Mottely Janet B and Anne R.Randall. (2009). Early Education. New York: Nova Science Publisher Inc.

Nurakhim, B. (2008). Membangun Karakter dan Watak bangsa melalui Pendidikan Mutlak Diperlukan. [Online].

Nurhadi, Burhan Yasin, dan Agus Gerrad Senduk. (1998). Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Nurhasan dan Hasanudin Cholil. (2007). Modul Tes dan Pengukuran Keolahragaan. Bandung: Jurusan Pendidikan Kepelatihan FPOK UPI.

Pangrazi Robert P. (1989). Dynamic Physical Education for Elementry School Children. New York, Macmillan Publishing Company.

Papalia, Diane E. (2008) Human Developmen, The Mc Graw Hill Companies.

Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. (2002). Kompetensi Dasar Pendidikan Anak Usia Dini 4-6 Tahun. Jakarta: Depdiknas.

Rahyubi, Hei. (2012). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Majalengka: Referens.

Rohmat Mulyana. (2004). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.

Rose, Debra J. (1997). A Multilevel Approach to The Study of Motor Control and Learning. Boston: Allyn and Bacon.

Rudianto. (2011). Pendidikan PAUD. Bandung: Modul.

Sahlan, Asmaun dan Angga Teguh Prasetyo. (2012). Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan karakter. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Samsudin. (2009). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta:

Saputra, Yudha, (2008) Perkembangan dan Belajar Motorik, Bandung, Modul.

Schmidt, Richard A. (2000). Motor Learning and Performance. Amerika: Human Kinetics.

Semiawan, C. (2010). Character Building fo Children : Towards a National Identity of Quality and Dignity. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.

Sidi, Idra Djati. (2001). Menuju Masyarakat Belajar. Jakarta: Radar Jaya.

Singer, Robert N. (1968). Motor Learning and Human Performance. New York: Macmillan.

Sudarwan, Prof. (2012). Penilaian otentik dalam Pembelajaran, Makalah pada Workshop Kurikulum, Jakarta.

Sudewo, E. (2011). Best Practice Character Building : Menuju Indonesia Lebih Baik. Jakarta : Penerbit Republika.

Suherman, Adang. (2000). Dasar-Dasar Penjaskes. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Suherman, Adang. (2008). Pedoman Observasi dan Evaluasi Gerak Dasar. Bandung: FPOK UPI.

Sukintaka. (1992). Teori Bermain, Jakarta

Tanjung, Bahdin Nur dan Ardial. (2007). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tersedia:http://www.tnial.mil.id/tabid/125/article type/artikel view/articel/200/Default.asx. [5 November 2009].

Thomas, Jerry R. And Amelia M. Lee. (1988). Physycal Education for Children. USA: Human Kinetics Publisher.

Thomas. Phisycal Education for Children.

Tinning, Richard. (2010). Pedagogy and Human Movement. USA: Simultaneausly Published.

Uhamisastra. (2010). Permainan Tradisional. Bandung: FPOK UPI.

UPI. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.

Vincent J. Melograno (2006), Professional and Student Portofolios for Physical Fitness, USA: Human Kinetics.

Wati, Isti Dwi Puspita dan Touvan Juni Samodra. (2013). Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Jasmani. Bandung: CV Bintang Warli Artika.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by: